Selasa, 27 Desember 2016
Senin, 26 Desember 2016
Sebagai operator TIMES (Telecommunication, Information, Media, Entertainment, & Services) terbesar di Indonesia dan sebagai bagian komitmen memberikan pengalaman terbaik bagi pelanggan ritel dan korporasi, Telkom terus melakukan pengembangan berbagai infrastruktur dan layanan dengan standar internasional termasuk layanan Metro Ethernet.
Cara Irit Pererat Pertemanan dengan Jalan-JalanUpaya terus memberikan yang terbaik kepada pelanggan tersebut dibuktikan dengan keberhasilan Telkom meraih pengakuan internasional berupa sertifikasi layanan premium ethernet MEF-CE 2.0 dari Metro Ethernet Forum (MEF).
Telkom merupakan penyedia layanan pertama di Indonesia yang meraih sertifikasi MEF CE 2.0 dan ke 13 di dunia.
Dengan diperolehnya sertifikasi ini, menjadikan Telkom sebagai service provider bertaraf internasional, karena kualitas layanan Metro Ethernet nya telah diakui secara global dan memungkinkan Telkom untuk dapat merambah ke pasar dunia.
"Sertifikasi Metro Ethernet Forum-Carrier Ethernet 2.0 adalah bukti kehandalan dan kualitas layanan ethernet Telkom mendapatkan pengakuan internasional. Hal ini sangat berarti bagi Telkom untuk menunjukkan ke pelanggan, terutama dari kalangan global service provider dan korporasi multinational (MNC), bahwa layanan ethernet yang kami berikan sudah mendapatkan sertifikasi dari lembaga internasional MEF yang menjadi rujukan Global Service Provider di dunia," ujar Direktur Network & IT Solution Telkom Rizkan Chandra di sela-sela acara penyerapan sertifikat MEF CE 2.0, Kamis (5/12).
Standardisasi Carrier Ethernet (Ce) 2.0 mendefinisikan Next Generation Carrier Ethernet dengan konsep Standardisasi multi-Cos (Class of Services), interkoneksi dan kemudahan manajemen hingga delapan jenis services.
Melalui Standardisasi, pelanggan mendapatkan jaminan bahwa produk Metro Ethernet yang disediakan Telkom telah sesuai dengan standar mutu internasional, tidak hanya di level perangkat yang digunakan termasuk delivery layanannya.
Selain itu, secara operasional, standardisasi ini memungkinkan pelanggan untuk mendapatkan kepastian konsistensi kualitas dan atribut layanan, baik untuk layanan regional maupun internasional.
Dalam proses uji dan tes kelayakan sertifikasi MEF CE 2.0 ini, Telkom mendapat dukungan penuh dari PT Multipolar Technology Tbk selaku mitra dari lometrix/MEF di Indonesia.
Cara Irit Pererat Pertemanan dengan Jalan-JalanUpaya terus memberikan yang terbaik kepada pelanggan tersebut dibuktikan dengan keberhasilan Telkom meraih pengakuan internasional berupa sertifikasi layanan premium ethernet MEF-CE 2.0 dari Metro Ethernet Forum (MEF).
Telkom merupakan penyedia layanan pertama di Indonesia yang meraih sertifikasi MEF CE 2.0 dan ke 13 di dunia.
Dengan diperolehnya sertifikasi ini, menjadikan Telkom sebagai service provider bertaraf internasional, karena kualitas layanan Metro Ethernet nya telah diakui secara global dan memungkinkan Telkom untuk dapat merambah ke pasar dunia.
"Sertifikasi Metro Ethernet Forum-Carrier Ethernet 2.0 adalah bukti kehandalan dan kualitas layanan ethernet Telkom mendapatkan pengakuan internasional. Hal ini sangat berarti bagi Telkom untuk menunjukkan ke pelanggan, terutama dari kalangan global service provider dan korporasi multinational (MNC), bahwa layanan ethernet yang kami berikan sudah mendapatkan sertifikasi dari lembaga internasional MEF yang menjadi rujukan Global Service Provider di dunia," ujar Direktur Network & IT Solution Telkom Rizkan Chandra di sela-sela acara penyerapan sertifikat MEF CE 2.0, Kamis (5/12).
Standardisasi Carrier Ethernet (Ce) 2.0 mendefinisikan Next Generation Carrier Ethernet dengan konsep Standardisasi multi-Cos (Class of Services), interkoneksi dan kemudahan manajemen hingga delapan jenis services.
Melalui Standardisasi, pelanggan mendapatkan jaminan bahwa produk Metro Ethernet yang disediakan Telkom telah sesuai dengan standar mutu internasional, tidak hanya di level perangkat yang digunakan termasuk delivery layanannya.
Selain itu, secara operasional, standardisasi ini memungkinkan pelanggan untuk mendapatkan kepastian konsistensi kualitas dan atribut layanan, baik untuk layanan regional maupun internasional.
Dalam proses uji dan tes kelayakan sertifikasi MEF CE 2.0 ini, Telkom mendapat dukungan penuh dari PT Multipolar Technology Tbk selaku mitra dari lometrix/MEF di Indonesia.
METODE PEMILIHAN PRODUK METRO ETHERNET
KRISTANTA RIYADI, 23207056
KRISTANTA RIYADI, 23207056
I. Pendahuluan
Layanan Telekomunikasi Abad-21 saat ini sudah berubah. Layanan Telekomunikasi pada awalnya berbasis circuit switch, dan sekarang banyak layanan telekomunikasi yang berbasis packet switch. Suksesnya Internet yang berbasis packet switch membawa dampak yang cukup besar bagi penyediaan layanan oleh operator telekomunikasi. Operator telekomunikasi mulai menyediakan layanan yang berbasis IP dan diramalkan bahwa semua layanan akan berbasis IP.
Untuk menyediakan layanan yang berbasis IP di jaringan telekomunikasi, muncul teknologi IP Multimedia Subsystem atau IMS. Teknologi IMS mendasarkan kepada penyediaan layanan dan tidak mendasarkan kepada fungsi-fungsi jaringan. IMS juga diyakini sebagai sarana untuk menuju “All IP Network”.
Layanan telekomunikasi yang disediakan oleh IMS saat ini terbagi menjadi voice, data dan multimedia. Layanan yang diperkirakan menjadi killer application adalah :
- Presence: sebuah fitur layanan yang menyimpan profil dinamik dari user, dapat diketahui oleh user yang lain dan berfungsi sebagai representasi diri di dunia maya, digunakan untuk saling berbagi informasi dan pengendalian layanan pribadi usernya.
- Messaging: Layanan yang berfungsi untuk mengirimkan pesan / message dari satu user ke user lain.
- Push to talk over Cellular (POC): layanan yang menyediakan layanan suara satu-ke-satu atau satu-ke-banyak.
- Conferencing: layanan bicara yang digunakan dengan tipe konferensi (multiple participant).
- Group Management (data manipulation):Layanan yang menyimpan data informasi spesifik layanan ke operator jaringan IMS. Data dapat berupa apa saja yang diperlukan untuk menjalankan suatu layanan operator. Jadi layanan ini merupakan komplementari dari empat layanan sebelumnya.
Kondisi real di Indonesia pada saat ini menunjukkan bahwa sebagian besar jaringan telekomunikasi belum siap untuk mengadopsi IMS. Faktor kesiapan jaringan yang sebagian besar berbasis circuit switch merupakan suatu kendala utama implementasi IMS. Oleh karena itu diperlukan suatu transisi dari jaringan circuit swicth menjadi packet switch.
Salah satu transisi tersebut adalah di media transport. Transport jaringan telekomunikasi saat ini sebagian besar menggunakan PDH dan SDH. Kandidat transport yang mendasarkan kepada packet switch saat ini adalah metro ethernet.
II. PERMASALAHAN
Metro ethernet sebagai tranport untuk IMS sudah banyak diproduksi oleh vendor-vendor internasional. Setiap produk memiliki spesifikasi umum dan features-features yang membedakan antara satu produk dengan produk lainnya.
Permasalahan yang dipilih dalam studi kasus ini adalah metode pemilihan produk Metro Ethernet yang sesuai dengan kebutuhan operator telekomunikasi dalam rangka migrasi jaringan eksisting menuju jaringan IMS.
III. METODE PEMECAHAN MASALAH
Metode pemilihan produk Metro Ethernet yang sesuai dengan kebutuhan operator telekomunikasi didasarkan kepada :
Aspek Teknologi
Aspek Bisnis
Isu Regulasi Komponen Dalam Negeri
IV. ANALISA MASALAH
IV.1.Aspek TEKNOLOGI
IV.1.A. METRO ETHERNET TRANSPORT
Metro ethernet adalah jaringan ethernet yang mempunyai area cakupan metropolitan. Perangkat Metro ethernet berupa switch atau router yang berada di Layer 2 atau Layer 3.
Gambar 1. Jaringan Metro Ethernet
Pada awalnya ethernet digunakan dalam teknologi akses, dan sekarang dapat digunakan untuk melayani layanan data pada jaringan transport. Fokus utama dari trend teknologi Metro Ethernet adalah pada Carrier Ethernet, yaitu kemampuan jaringan berbasis pada Ethernet dengan pengembangan fitur dan kemampuan setara TDM based.
Gambar 2 Layanan berbasis Metro Ethernet
Metro ethernet dapat dikelompokkan menjadi :
1. Pure Metro Ethernet
2. SDH-based Metro Ethernet
Jaringan transport SDH digunakan untuk melayani ethernet. Trafik kapasitas besar SDH digabungkan dengan potensi trafik yang dimiliki protokol IP. SDH adalah protokol layer fisik (layer 1) sedangkan IP adalah layer network (layer 3). Oleh karena itu dibutuhkan media perantara layer 2 (layer data link) Point-to-Point Protocol (PPP). Proses pemetaan paket IP pada SDH terjadi dalam dua tahap, tahap pertama paket IP dimasukan ke frame PPP, kemudian frame PPP dipetakan pada payload SDH VC-4/SDH_HO (High Order atau n x STM1).
3. MPLS-based Metro ethernet
Ide dasar dari pengembangan MPLS penggunaan “label” untuk mekanisme switching di tingkat IP. Hal ini berbeda dengan jaringan IP yang menggunakan pengalamatan IP sebagai dasar mekanisme switching dan jaringan ATM yang menggunakan Virtual Circuit Identifier sebagai dasar mekanisme switching. Di dalam jaringan yang menggunakan protokol MPLS, paket yang masuk kedalam jaringan MPLS terlebih dahulu diberi “label”. Label yang diberikan disusun dari berbagai variasi kriteria sesuai dengan yang diinginkan oleh Service Provider/pengguna.
Berdasarkan label yang diberikan tersebut maka jaringan yang menggunakan protokol MPLS akan memperlakukan paket tersebut sesuai dengan nilai yang melekat pada label tersebut (high priority, low priority, dan lainnya).
Hingga saat ini belum ada standard MPLS yang berlaku atau yang dapat diacu (bersifat non proprietary), dikarenakan belum diselesaikannya penyusunan beberapa hal penting yang menjadi dasar penyusunan standar oleh organisasi yang berwenang.
Kapasitas maksimal yang dapat disalurkan oleh Metro Ethernet tiap interface-nya adalah 10 Gbps. Sedangkang sistem proteksi (reliabilitas) menggunakan RPR, EAPS, ERP.
Keuntungan menggunakan MPLS-based dibandingkan dengan Pure Internet adalah :
a. Scalability:
Untuk pure metro ethernet maksimum hanya 4,096 VLANs dan MAC address di sharing, sedangkan MPLSVLAN dan MAC Address bersifat local
b. Resiliency : waktu konvergensi di MPLS lebih singkat, hanya 50 msecs
c. Multiprotocol convergence yang dapat menghandle semua trafik
d. End to End OAM
4. Ethernet over DWDM
Ide dasar dari Metro ethernet tipe ini adalah melewatkan ethernet di jaringan transport optik yang menggunakan DWDM.
Isu teknologi yang masih berkembang dari Metro ethernet akses menuju transport adalah :
a. End-to-End QoS
b. Scalability
c. Protection (50 ms, end to end Protection)
d. TDM Support (Seamless dan Circuit Emulation).
e. OAM&P of Ethernet in the metro
IV.1.B. KONFIGURASI METRO ETHERNET
Sistem konfigurasi jaringan Metro ethernet dapat digambarkan sebagai berikut :
Gambar 2 sistem konfigurasi Metro Ethernet
Secara garis besar, interface Metro Ethernet terbagi dalam dua kelompok, yaitu :
Interface antar jaringan atau Network-Network Interface
Jika jaringan yang dihubungkan adalah provider yang berbeda, maka disebut eksternal NNI atau E-NNI
Jika jaringan yang dihubungkan terdapat di service provider yang sama, maka disebut internal NNI atau I-NNI
Interface jaringan dengan pengguna atau User Network Interface
UNI yang terpasang di jaringan disebut UNI-N
UNI yang terpasang di sisi pelanggan disebut UNI-C
Hubungan antara suatu UNI dengan UNI lainnya dapat digambarkan sebagai suatu ethernet virtual connection dan disebut EVC.
Berdasarkan hubungan UNI, maka tipe layanan metro ethernet terdiri dari :
1. E-Line : menyediakan layanan point-to-point untuk :
a. Ethernet Private Line ( untuk mengantikan TDM private line, PTP, dan layanan non multiplexed, satu EVC untuk satu UNI)
b. Virtual Private Line ( untuk menggantikan Frame Relay atau ATM, banyak EVC untuk satu UNI, Satu koneksi CPE untuk koneksi ke banyak EVC)
c. Ethernet Internet Access,
d. Point-to-Point upper layer services transport (IP-VPNs etc…)
2. E-LAN : menyediakan layanan multipoint-to-multipoint untuk :
a. Multipoint L2 VPNs
b. Transparent LAN Service
c. Multicast networks
Point to multipoint untuk aplikasi broadcast seperti distribusi video, e-learning, corporate training, healthcare, Picture Archiving & Storage Systems (PACS) dll
Metro ethernet menyediakan berdasarkan attribute yang dapat digolongkan sebagai berikut :
1. E-line dan E-LAN menggunakan Committed Information Rate (CIR)
2. E-line dan E-LAN menggunakan Committed Burst Size (CBS)
3. E-line dan E-LAN menggunakan Excess Information Rate (EIR)
4. E-line dan E-LAN menggunakan Excess Burst Size (EBS)
5. E-line mempunyai delay, delay variation dan loss
Metro Ethernet harus dapat terhubung ke jaringan circuit swicth maupun packet switch. Jika terhubung ke circuit switch, maka harus ada Circuit Emulation Service ( CES ). CES bertugas melakukan tunneling trafik TDM agar dapat dilewatkan ke jaringan Metro Ethernet. Proses ini tidak dapat dilihat oleh perangkat TDM nya dan hanya berlaku untuk tipe layanan E- Line.
IV.1.C. IMPLEMENTASI METRO ETHERNET
Gambar 4 Interface Metro ethernet
Dalam Implementasinya, Metro Ethernet harus dapat terhubung ke BRAS, PE Router, IP VPN, DSLAM, MSAN dan perangkat-perangkat berbasis IP lainnya. Oleh karena itu , syarat interface yang diperlukan adalah :
Speed and Connection
Interface elektrik untuk 100 Mit/s dan 1000Mbit/s
1. Tersedianya deteksi secara otomatis untuk kecepatan yang berbeda
Interface Optik 1000 Mbit/s dan 1000 Mbit/s dengan kemampun untuk range
i. short range/ haul (SX) : 100 – 250 m
ii. medium range/ haul(LX) : 10 – 15 km
iii. long range/ haul (ZX) : 40 – 80 km
Mendukung Circuit Emulation Service ( CES ) untuk E1 baik frame mapun un-frame
Layanan Multimedia
Untuk mendukung layanan multimedia, maka Metro Ethernet harus mampu menyediakan multicast, yaitu point to multipoint untuk broadcast menggunakan IGMP. IGMP digunakan untuk mempelajari dan meneruskan trafik. Yang terdiri dari Host traffic sebagai upstream interface dan router interface sebagai downstream interface. Agar lebih optimal, maka broadcast hanya ditujukan kepada receiver atau multicast router yang aktif saja dan hal ini disebut IGMP snooping. IGM snooping berada di perangkat yang menghubungkan IGMP Host dengan IGMP router. IGMP snooping terdiri dari dari dua komponen yaitu komponen kontrol dan komponen forwarding
2. Class of Service
Untuk menjamin trafik yang dibutuhkan oleh pelanggan, maka diperkenalkan Class of Service. Pelanggan dibagi-bagi ke dalam beberapa kelas seperti berikut :
Tabel 1 Class of Service
IV.2. Aspek Bisnis :
IV.2.A. Vendor-vendor Metro Ethernet
Vendor yang mempunyai produk Metro ethernet saat ini sangat banyak dan bermacam-macam. Vendor-vendor tersebut tergabung dalam Metro ethernet forum untuk menyatukan persepsi dalam pembuatant spesifikasi Metro Ethernet .
Vendor-vendor tersebut di antara adalah : Alcatel-Lucent, Ericsson, C-COR, Cisco Systems, Ethos Networks, Extreme Networks, Foundry Networks, Huawei, Nortel Networks, Tellabs, ZTE, Alcatel dan lain-lain.
Gambar 5 Vendor-vendro Metro Ethernet
IV.2.B. Kebutuhan Metro Ethernet
Metro ethernet sebagai transsisi menuju All IP Network sangat dibutuhkan oleh operator operator telekomunikasi di Indonesia. Data kebutuhan internet sepanjang tahun 2007 di daerah Bali menunjukkan kebutuhan yang signifikan.
Data dari salah satu operator telekomunikasi di Indonesia menunjukkan hal seperti berikut :
Tabel 2 Kebutuhan Metro Ethernet di Kawasan Timur Indonesia
Gambar 6 Konfigurasi Kebutuhan Metro ethernet KTI
IV.3. . REGULASI komponen dalam negeri
Melihat tingkat kebutuhan Metro ethernet tinggi dan pemain 100% dari luar negeri, maka isu produk lokal perlu diangkat. Jika Indonesia tidak mempunyai produk sendiri, maka modal Indonesia akan lari ke luar negeri untuk membeli produk Metro ethernet.
Isu komponen dalam negeri merupakan isu yang cukup hangat. Dengan adanya Keputusan Menteri Perindustrian tentang TKDN, maka Industri Dalam Negeri diharapkan menjadi industri yang kuat dan secara makro ekonomi memberi dampak yang positif bagi pembangunan Indonesia.
Aturan hukum tentang TKDN adalah :
1. Pasal 44 Keppres Nomor 80 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah serta dalam rangka pendayagunaan produksi dalam negeri perlu dilakukan pengaturan penggunaan produksi dalam negeri;
2. Keputusan Presiden R.I. Nomor 80 tahun 2003 tentang Pedoman Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden R.I. Nomor 70 Tahun 2005;
3. Peraturan Menteri Perindustrian Republik Indonesia Nomor.11/MIND/PER/3/2006 tentang Pedoman Teknis Penggunaan Produksi dalam Negeri pasal 1 ayat 3-6
Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) adalah besarnya komponen dalam negeri pada barang, jasa dan gabungan barang dan jasa.
- Komponen dalam negeri untuk barang adalah penggunaan bahan baku, rancang bangun dan perekayasaan yang mengandung unsur manufaktur, fabrikasi, perakitan, dan penyelesaian akhir pekerjaan yang dilaksanakan di dalam negeri.
- Komponen dalam negeri untuk jasa adalah jasa yang dilakukan di dalam negeri dengan menggunakan tenaga ahli dan perangkat lunak dari dalam negeri.
- Komponen dalam negeri untuk gabungan barang dan jasa adalah penggunaan bahan baku, rancang bangun dan perekayasaan yang mengandung unsur manufaktur, fabrikasi, perakitan, penyelesaian pekerjaan serta jasa yang dilakukan di dalam negeri dengan menggunakan jasa tenaga ahli dan perangkat lunak dari dalam negeri.
- Setiap pengadaan barang/jasa oleh Departemen, Lembaga Non Departemen, Pemerintah Daerah Provinsi, Kabupaten/Kota, Badan Hukum Milik Negara (BHMN), Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan anak perusahaannya yang dibiayai dengan dana dalam negeri atau dilakukan dengan pola kerjasama antara pemerintah dengan badan usaha, wajib memaksimalkan penggunaan produksi dalam negeri.
- Kewajiban memaksimalkan penggunaan produksi dalam negeri sebagaimana dimaksud pada ayat (1) menjadi wajib menggunakan produksi dalam negeri apabila didalam negeri sudah terdapat perusahaan yang memiliki barang/jasa dengan penjumlahan TKDN dan Nilai BMP mencapai minimal 40% (empat puluh persen).
- Apabila didalam negeri sudah terdapat perusahaan yang memiliki barang/jasa dengan penjumlahan TKDN dan Nilai BMP mencapai minimal 40% (empat puluh persen) sebagaimana dimaksud pada ayat (2), pelaksanaan pengadaan barang/jasa hanya dapat diikuti oleh perusahaan dalam negeri yang memproduksi barang/jasa.
Dari aturan-aturan tersebut di atas maka dapat suatu tabel yang mengatur tentang Tingkat Komponen dalam Negeri sbb :
Tabel 3 TKDN
V. SOLUSI
Berdasarkan paparan di atas, maka pemilihan produk Metro ethernet harus memenuhi :
Kajan Teknis:
Spesifikasi teknis dari Metro ethernet forum
DSL Forum Technical Report TR-101 Migration to Ethernet based DSL Aggregation.
Kajian Bisnis
Timing yang tepat untuk metro ethernet adalah tahun 2007-2008
Regulasi TKDN
Mengadosi kepentingan ekonomi dalam negeri
VI. KESIMPULAN
Metro ethernet merupakan solusi transport untuk jaringan IMS yang memaksimalkan jaringan transport yang sudah ada
keputusan pemilihan produk metro ethernet harus didasarkan kepada kepentingan bisnis dan kepentingan Industri dalam negeri dengan mempertimbangkan kemampuan penguasaan teknologi
Regulasi yang mengatur TKDN untuk produk-produk telekomunikasi harus segera direalisasikan untuk mendorong tumbuhnya industri dalam negeri.
DAFTAR PUSTAKA
Teknologi Jaringan Metro, http://www.ristinet.com ,13 Juli 2006
Metro ethernet spesification, http://www.metroethernetforum.org , 2007
Metro ethernet, http://www.wikipedia.org, 2008
Peraturan Menteri Perindustrian Republik Indonesia Nomor.11/MIND/PER/3/2006 tentang Pedoman Teknis Penggunaan Produksi dalam Negeri
Layanan Telekomunikasi Abad-21 saat ini sudah berubah. Layanan Telekomunikasi pada awalnya berbasis circuit switch, dan sekarang banyak layanan telekomunikasi yang berbasis packet switch. Suksesnya Internet yang berbasis packet switch membawa dampak yang cukup besar bagi penyediaan layanan oleh operator telekomunikasi. Operator telekomunikasi mulai menyediakan layanan yang berbasis IP dan diramalkan bahwa semua layanan akan berbasis IP.
Untuk menyediakan layanan yang berbasis IP di jaringan telekomunikasi, muncul teknologi IP Multimedia Subsystem atau IMS. Teknologi IMS mendasarkan kepada penyediaan layanan dan tidak mendasarkan kepada fungsi-fungsi jaringan. IMS juga diyakini sebagai sarana untuk menuju “All IP Network”.
Layanan telekomunikasi yang disediakan oleh IMS saat ini terbagi menjadi voice, data dan multimedia. Layanan yang diperkirakan menjadi killer application adalah :
- Presence: sebuah fitur layanan yang menyimpan profil dinamik dari user, dapat diketahui oleh user yang lain dan berfungsi sebagai representasi diri di dunia maya, digunakan untuk saling berbagi informasi dan pengendalian layanan pribadi usernya.
- Messaging: Layanan yang berfungsi untuk mengirimkan pesan / message dari satu user ke user lain.
- Push to talk over Cellular (POC): layanan yang menyediakan layanan suara satu-ke-satu atau satu-ke-banyak.
- Conferencing: layanan bicara yang digunakan dengan tipe konferensi (multiple participant).
- Group Management (data manipulation):Layanan yang menyimpan data informasi spesifik layanan ke operator jaringan IMS. Data dapat berupa apa saja yang diperlukan untuk menjalankan suatu layanan operator. Jadi layanan ini merupakan komplementari dari empat layanan sebelumnya.
Kondisi real di Indonesia pada saat ini menunjukkan bahwa sebagian besar jaringan telekomunikasi belum siap untuk mengadopsi IMS. Faktor kesiapan jaringan yang sebagian besar berbasis circuit switch merupakan suatu kendala utama implementasi IMS. Oleh karena itu diperlukan suatu transisi dari jaringan circuit swicth menjadi packet switch.
Salah satu transisi tersebut adalah di media transport. Transport jaringan telekomunikasi saat ini sebagian besar menggunakan PDH dan SDH. Kandidat transport yang mendasarkan kepada packet switch saat ini adalah metro ethernet.
II. PERMASALAHAN
Metro ethernet sebagai tranport untuk IMS sudah banyak diproduksi oleh vendor-vendor internasional. Setiap produk memiliki spesifikasi umum dan features-features yang membedakan antara satu produk dengan produk lainnya.
Permasalahan yang dipilih dalam studi kasus ini adalah metode pemilihan produk Metro Ethernet yang sesuai dengan kebutuhan operator telekomunikasi dalam rangka migrasi jaringan eksisting menuju jaringan IMS.
III. METODE PEMECAHAN MASALAH
Metode pemilihan produk Metro Ethernet yang sesuai dengan kebutuhan operator telekomunikasi didasarkan kepada :
Aspek Teknologi
Aspek Bisnis
Isu Regulasi Komponen Dalam Negeri
IV. ANALISA MASALAH
IV.1.Aspek TEKNOLOGI
IV.1.A. METRO ETHERNET TRANSPORT
Metro ethernet adalah jaringan ethernet yang mempunyai area cakupan metropolitan. Perangkat Metro ethernet berupa switch atau router yang berada di Layer 2 atau Layer 3.
Gambar 1. Jaringan Metro Ethernet
Pada awalnya ethernet digunakan dalam teknologi akses, dan sekarang dapat digunakan untuk melayani layanan data pada jaringan transport. Fokus utama dari trend teknologi Metro Ethernet adalah pada Carrier Ethernet, yaitu kemampuan jaringan berbasis pada Ethernet dengan pengembangan fitur dan kemampuan setara TDM based.
Gambar 2 Layanan berbasis Metro Ethernet
Metro ethernet dapat dikelompokkan menjadi :
1. Pure Metro Ethernet
2. SDH-based Metro Ethernet
Jaringan transport SDH digunakan untuk melayani ethernet. Trafik kapasitas besar SDH digabungkan dengan potensi trafik yang dimiliki protokol IP. SDH adalah protokol layer fisik (layer 1) sedangkan IP adalah layer network (layer 3). Oleh karena itu dibutuhkan media perantara layer 2 (layer data link) Point-to-Point Protocol (PPP). Proses pemetaan paket IP pada SDH terjadi dalam dua tahap, tahap pertama paket IP dimasukan ke frame PPP, kemudian frame PPP dipetakan pada payload SDH VC-4/SDH_HO (High Order atau n x STM1).
3. MPLS-based Metro ethernet
Ide dasar dari pengembangan MPLS penggunaan “label” untuk mekanisme switching di tingkat IP. Hal ini berbeda dengan jaringan IP yang menggunakan pengalamatan IP sebagai dasar mekanisme switching dan jaringan ATM yang menggunakan Virtual Circuit Identifier sebagai dasar mekanisme switching. Di dalam jaringan yang menggunakan protokol MPLS, paket yang masuk kedalam jaringan MPLS terlebih dahulu diberi “label”. Label yang diberikan disusun dari berbagai variasi kriteria sesuai dengan yang diinginkan oleh Service Provider/pengguna.
Berdasarkan label yang diberikan tersebut maka jaringan yang menggunakan protokol MPLS akan memperlakukan paket tersebut sesuai dengan nilai yang melekat pada label tersebut (high priority, low priority, dan lainnya).
Hingga saat ini belum ada standard MPLS yang berlaku atau yang dapat diacu (bersifat non proprietary), dikarenakan belum diselesaikannya penyusunan beberapa hal penting yang menjadi dasar penyusunan standar oleh organisasi yang berwenang.
Kapasitas maksimal yang dapat disalurkan oleh Metro Ethernet tiap interface-nya adalah 10 Gbps. Sedangkang sistem proteksi (reliabilitas) menggunakan RPR, EAPS, ERP.
Keuntungan menggunakan MPLS-based dibandingkan dengan Pure Internet adalah :
a. Scalability:
Untuk pure metro ethernet maksimum hanya 4,096 VLANs dan MAC address di sharing, sedangkan MPLSVLAN dan MAC Address bersifat local
b. Resiliency : waktu konvergensi di MPLS lebih singkat, hanya 50 msecs
c. Multiprotocol convergence yang dapat menghandle semua trafik
d. End to End OAM
4. Ethernet over DWDM
Ide dasar dari Metro ethernet tipe ini adalah melewatkan ethernet di jaringan transport optik yang menggunakan DWDM.
Isu teknologi yang masih berkembang dari Metro ethernet akses menuju transport adalah :
a. End-to-End QoS
b. Scalability
c. Protection (50 ms, end to end Protection)
d. TDM Support (Seamless dan Circuit Emulation).
e. OAM&P of Ethernet in the metro
IV.1.B. KONFIGURASI METRO ETHERNET
Sistem konfigurasi jaringan Metro ethernet dapat digambarkan sebagai berikut :
Gambar 2 sistem konfigurasi Metro Ethernet
Secara garis besar, interface Metro Ethernet terbagi dalam dua kelompok, yaitu :
Interface antar jaringan atau Network-Network Interface
Jika jaringan yang dihubungkan adalah provider yang berbeda, maka disebut eksternal NNI atau E-NNI
Jika jaringan yang dihubungkan terdapat di service provider yang sama, maka disebut internal NNI atau I-NNI
Interface jaringan dengan pengguna atau User Network Interface
UNI yang terpasang di jaringan disebut UNI-N
UNI yang terpasang di sisi pelanggan disebut UNI-C
Hubungan antara suatu UNI dengan UNI lainnya dapat digambarkan sebagai suatu ethernet virtual connection dan disebut EVC.
Berdasarkan hubungan UNI, maka tipe layanan metro ethernet terdiri dari :
1. E-Line : menyediakan layanan point-to-point untuk :
a. Ethernet Private Line ( untuk mengantikan TDM private line, PTP, dan layanan non multiplexed, satu EVC untuk satu UNI)
b. Virtual Private Line ( untuk menggantikan Frame Relay atau ATM, banyak EVC untuk satu UNI, Satu koneksi CPE untuk koneksi ke banyak EVC)
c. Ethernet Internet Access,
d. Point-to-Point upper layer services transport (IP-VPNs etc…)
2. E-LAN : menyediakan layanan multipoint-to-multipoint untuk :
a. Multipoint L2 VPNs
b. Transparent LAN Service
c. Multicast networks
Point to multipoint untuk aplikasi broadcast seperti distribusi video, e-learning, corporate training, healthcare, Picture Archiving & Storage Systems (PACS) dll
Metro ethernet menyediakan berdasarkan attribute yang dapat digolongkan sebagai berikut :
1. E-line dan E-LAN menggunakan Committed Information Rate (CIR)
2. E-line dan E-LAN menggunakan Committed Burst Size (CBS)
3. E-line dan E-LAN menggunakan Excess Information Rate (EIR)
4. E-line dan E-LAN menggunakan Excess Burst Size (EBS)
5. E-line mempunyai delay, delay variation dan loss
Metro Ethernet harus dapat terhubung ke jaringan circuit swicth maupun packet switch. Jika terhubung ke circuit switch, maka harus ada Circuit Emulation Service ( CES ). CES bertugas melakukan tunneling trafik TDM agar dapat dilewatkan ke jaringan Metro Ethernet. Proses ini tidak dapat dilihat oleh perangkat TDM nya dan hanya berlaku untuk tipe layanan E- Line.
IV.1.C. IMPLEMENTASI METRO ETHERNET
Gambar 4 Interface Metro ethernet
Dalam Implementasinya, Metro Ethernet harus dapat terhubung ke BRAS, PE Router, IP VPN, DSLAM, MSAN dan perangkat-perangkat berbasis IP lainnya. Oleh karena itu , syarat interface yang diperlukan adalah :
Speed and Connection
Interface elektrik untuk 100 Mit/s dan 1000Mbit/s
1. Tersedianya deteksi secara otomatis untuk kecepatan yang berbeda
Interface Optik 1000 Mbit/s dan 1000 Mbit/s dengan kemampun untuk range
i. short range/ haul (SX) : 100 – 250 m
ii. medium range/ haul(LX) : 10 – 15 km
iii. long range/ haul (ZX) : 40 – 80 km
Mendukung Circuit Emulation Service ( CES ) untuk E1 baik frame mapun un-frame
Layanan Multimedia
Untuk mendukung layanan multimedia, maka Metro Ethernet harus mampu menyediakan multicast, yaitu point to multipoint untuk broadcast menggunakan IGMP. IGMP digunakan untuk mempelajari dan meneruskan trafik. Yang terdiri dari Host traffic sebagai upstream interface dan router interface sebagai downstream interface. Agar lebih optimal, maka broadcast hanya ditujukan kepada receiver atau multicast router yang aktif saja dan hal ini disebut IGMP snooping. IGM snooping berada di perangkat yang menghubungkan IGMP Host dengan IGMP router. IGMP snooping terdiri dari dari dua komponen yaitu komponen kontrol dan komponen forwarding
2. Class of Service
Untuk menjamin trafik yang dibutuhkan oleh pelanggan, maka diperkenalkan Class of Service. Pelanggan dibagi-bagi ke dalam beberapa kelas seperti berikut :
Tabel 1 Class of Service
IV.2. Aspek Bisnis :
IV.2.A. Vendor-vendor Metro Ethernet
Vendor yang mempunyai produk Metro ethernet saat ini sangat banyak dan bermacam-macam. Vendor-vendor tersebut tergabung dalam Metro ethernet forum untuk menyatukan persepsi dalam pembuatant spesifikasi Metro Ethernet .
Vendor-vendor tersebut di antara adalah : Alcatel-Lucent, Ericsson, C-COR, Cisco Systems, Ethos Networks, Extreme Networks, Foundry Networks, Huawei, Nortel Networks, Tellabs, ZTE, Alcatel dan lain-lain.
Gambar 5 Vendor-vendro Metro Ethernet
IV.2.B. Kebutuhan Metro Ethernet
Metro ethernet sebagai transsisi menuju All IP Network sangat dibutuhkan oleh operator operator telekomunikasi di Indonesia. Data kebutuhan internet sepanjang tahun 2007 di daerah Bali menunjukkan kebutuhan yang signifikan.
Data dari salah satu operator telekomunikasi di Indonesia menunjukkan hal seperti berikut :
Tabel 2 Kebutuhan Metro Ethernet di Kawasan Timur Indonesia
Gambar 6 Konfigurasi Kebutuhan Metro ethernet KTI
IV.3. . REGULASI komponen dalam negeri
Melihat tingkat kebutuhan Metro ethernet tinggi dan pemain 100% dari luar negeri, maka isu produk lokal perlu diangkat. Jika Indonesia tidak mempunyai produk sendiri, maka modal Indonesia akan lari ke luar negeri untuk membeli produk Metro ethernet.
Isu komponen dalam negeri merupakan isu yang cukup hangat. Dengan adanya Keputusan Menteri Perindustrian tentang TKDN, maka Industri Dalam Negeri diharapkan menjadi industri yang kuat dan secara makro ekonomi memberi dampak yang positif bagi pembangunan Indonesia.
Aturan hukum tentang TKDN adalah :
1. Pasal 44 Keppres Nomor 80 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah serta dalam rangka pendayagunaan produksi dalam negeri perlu dilakukan pengaturan penggunaan produksi dalam negeri;
2. Keputusan Presiden R.I. Nomor 80 tahun 2003 tentang Pedoman Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden R.I. Nomor 70 Tahun 2005;
3. Peraturan Menteri Perindustrian Republik Indonesia Nomor.11/MIND/PER/3/2006 tentang Pedoman Teknis Penggunaan Produksi dalam Negeri pasal 1 ayat 3-6
Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) adalah besarnya komponen dalam negeri pada barang, jasa dan gabungan barang dan jasa.
- Komponen dalam negeri untuk barang adalah penggunaan bahan baku, rancang bangun dan perekayasaan yang mengandung unsur manufaktur, fabrikasi, perakitan, dan penyelesaian akhir pekerjaan yang dilaksanakan di dalam negeri.
- Komponen dalam negeri untuk jasa adalah jasa yang dilakukan di dalam negeri dengan menggunakan tenaga ahli dan perangkat lunak dari dalam negeri.
- Komponen dalam negeri untuk gabungan barang dan jasa adalah penggunaan bahan baku, rancang bangun dan perekayasaan yang mengandung unsur manufaktur, fabrikasi, perakitan, penyelesaian pekerjaan serta jasa yang dilakukan di dalam negeri dengan menggunakan jasa tenaga ahli dan perangkat lunak dari dalam negeri.
- Setiap pengadaan barang/jasa oleh Departemen, Lembaga Non Departemen, Pemerintah Daerah Provinsi, Kabupaten/Kota, Badan Hukum Milik Negara (BHMN), Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan anak perusahaannya yang dibiayai dengan dana dalam negeri atau dilakukan dengan pola kerjasama antara pemerintah dengan badan usaha, wajib memaksimalkan penggunaan produksi dalam negeri.
- Kewajiban memaksimalkan penggunaan produksi dalam negeri sebagaimana dimaksud pada ayat (1) menjadi wajib menggunakan produksi dalam negeri apabila didalam negeri sudah terdapat perusahaan yang memiliki barang/jasa dengan penjumlahan TKDN dan Nilai BMP mencapai minimal 40% (empat puluh persen).
- Apabila didalam negeri sudah terdapat perusahaan yang memiliki barang/jasa dengan penjumlahan TKDN dan Nilai BMP mencapai minimal 40% (empat puluh persen) sebagaimana dimaksud pada ayat (2), pelaksanaan pengadaan barang/jasa hanya dapat diikuti oleh perusahaan dalam negeri yang memproduksi barang/jasa.
Dari aturan-aturan tersebut di atas maka dapat suatu tabel yang mengatur tentang Tingkat Komponen dalam Negeri sbb :
Tabel 3 TKDN
V. SOLUSI
Berdasarkan paparan di atas, maka pemilihan produk Metro ethernet harus memenuhi :
Kajan Teknis:
Spesifikasi teknis dari Metro ethernet forum
DSL Forum Technical Report TR-101 Migration to Ethernet based DSL Aggregation.
Kajian Bisnis
Timing yang tepat untuk metro ethernet adalah tahun 2007-2008
Regulasi TKDN
Mengadosi kepentingan ekonomi dalam negeri
VI. KESIMPULAN
Metro ethernet merupakan solusi transport untuk jaringan IMS yang memaksimalkan jaringan transport yang sudah ada
keputusan pemilihan produk metro ethernet harus didasarkan kepada kepentingan bisnis dan kepentingan Industri dalam negeri dengan mempertimbangkan kemampuan penguasaan teknologi
Regulasi yang mengatur TKDN untuk produk-produk telekomunikasi harus segera direalisasikan untuk mendorong tumbuhnya industri dalam negeri.
DAFTAR PUSTAKA
Teknologi Jaringan Metro, http://www.ristinet.com ,13 Juli 2006
Metro ethernet spesification, http://www.metroethernetforum.org , 2007
Metro ethernet, http://www.wikipedia.org, 2008
Peraturan Menteri Perindustrian Republik Indonesia Nomor.11/MIND/PER/3/2006 tentang Pedoman Teknis Penggunaan Produksi dalam Negeri
Asymetric Digital Subscriber Line (ADSL)
# Umum
Apa itu Speedy?
Speedy adalah produk Layanan Internet access end-to-end dari PT. TELKOM dengan basis teknologi Asymetric Digital Subscriber Line (ADSL), yang dapat menyalurkan data dan suara secara simultan melalui satu saluran telepon biasa dengan kecepatan yang dijaminkan sesuai dengan paket layanan yang diluncurkan dari modem sampai BRAS (Broadband Remote Access Server).
Apa itu DSL?
ADSL (Asymetric Digital Subscriber Line) adalah suatu teknologi modem yang bekerja pada frekuensi antara 34 kHz sampai 1104 kHz. Inilah penyebab utama perbedaan kecepatan transfer data antara modem ADSL dengan modem konvensional (yang bekerja pada frekuensi di bawah 4 kHz). Keuntungan ADSL adalah memberikan kemampuan akses Internet berkecepatan tinggi dan suara/fax secara simultan (di sisi pelanggan dengan menggunakan splitter untuk memisahkan saluran telepon dan saluran modem).
Apakah semua telepon bisa digunakan untuk Speedy?
Tidak semua jaringan telepon dapat digunakan untuk layanan Speedy. Hubungi Customer Care Telkom 147 untuk mendapatkan informasi lebih lanjut
Apa yang dimaksud dengan downstream dan upstream?
1. Downstream adalah kecepatan aliran data ketika pelanggan melakukan download dengan maksimum kecepatan sampai dengan ADSL Connection Speednya (384 Kbps).
2. Upstream adalah kecepatan aliran data ketika pelanggan melakukan upload dengan maksimum kecepatan sampai dengan 64 Kbps
Bagaimana bila saya lupa password saya?
Bawa kontrak berlangganan atau tagihan speedy terakhir beserta bukti bayar ke plasa telkom terdekat. sebagai bukti berlangganan untuk meminta password baru
# Cara Berlangganan
Apa saja persyaratan administrasi yang harus dipenuhi?
1. Menyediakan fotocopy KTP/SIM/Paspor pelanggan Speedy.
2. Menandatangani Surat Kontrak Berlangganan Speedy yang dibubuhi materei Rp.6.000,-
3. Tidak memiliki tunggakan pembayaran tagihan Speedy dan Telepon atau Faximile di alamat instalasi yang sama, baik atas nama sendiri maupun atas nama Orang Pribadi/ Perusahaan/ Badan/ Lembaga, atau nama apapun sebagai pengontrak/penyewa dan atau pengguna tempat dan atau bertempat tinggal di alamat dimana fasilitas Speedy terdaftar.
Untuk informasi lebih lanjut hubungi Customer Care Telkom 147
Apa saja yang harus saya siapkan?
1. Perangkat komputer, modem disediakan sendiri oleh pelanggan
2. Standar minimal spesifikasi teknis komputer (minimum requirement) :
1. Pentium II Processor
2. Ram 64 MB
3. Hardisk dengan kapasitas 2 GB Apabila secara teknis diperlukan penggantian modem untuk mendapatkan jenis layanan yang baru, maka penyediaannya menjadi tangung jawab pelanggan sepenuhnya.
Apa saja yang disediakan oleh Telkom?
Dengan memilih Speedy sebagai solusi kebutuhan akses Internet Anda maka anda akan mendapatkan Layanan dari TELKOM sbb :
1. Instalasi spliter di customer premises (sisi rumah pelanggan)
2. Garansi Kecepatan Akses Internet sampai dengan Broadband RAS
3. Line Akses Broadband sesuai dengan jenis layanan
4. Akses Internet melalui ISP TELKOMNET
# Modem
Bagaimana mendapatkan modem ADSL?
Modem ADSL banyak dijual di pasaran, dengan variasi harga dari sekitar Rp 600 ribu sampai dengan Rp 3 juta. Klik di sini untuk mendapatkan informasi lebih lanjut
Bagaimana cara memilih modem ADSL?
Tips untuk mendapatkan modem ADSL yang baik adalah sebagai berikut:
1. Apakah modem tersebut digunakan untuk beberapa PC atau hanya satu PC. Jika untuk satu PC cukup modem dengan 1 port USB dan atau 1 port ethernet, tetapi apabila akan digunakan untuk beberapa PC maka bisa digunakan modem yang dilengkapi dengan beberapa port ethernet (berfungsi sebagai hub). Sebagian besar tipe modem yang dijual di pasaran saat ini adalah modem router yang dapat menyimpan konfigurasi koneksi speedy (username dan password) di memory modem, sehingga ketika modem dihidupkan dan tersambung ke line telepon, maka modem akan secara otomatis melakukan koneksi speedy (automatic login), sekalipun komputer yang terhubung ke modem tersebut belum dihidupkan.
2. Gunakan modem yang compatible dengan sistem operasi dari PC anda seperti Windows atau Linux. Dari pengalaman di lapangan ada beberapa jenis modem USB yang tidak compatible dengan Windows 98 atau Windows 2000.
3. Jika memiliki dana yang cukup lebih baik menggunakan modem yang memiliki kemampuan setting melalui web karena dapat dioperasikan dengan berbagai jenis sistem operasi dan browser serta mudah dalam pengoperasiannya.
# Koneksi
Mengapa saya tidak bisa melakukan koneksi ke Speedy?
1. Untuk koneksi speedy, modem ADSL melaksanakan 2 tahap koneksi, yaitu koneksi ADSL dari modem ke Digital Multiplekser di STO terdekat dan koneksi ke BRAS dengan menggunakan username dan password masing-masing pelanggan.
2. Untuk melihat status koneksi ADSL dan koneksi ke BRAS sudah Up, dapat dilihat pada ADSL Connection status monitoring dan Internet Connection Status Monitoring di modem (melalui web interface masing-masing tipe modem).
3. Sebagai langkah awal, matikan modem beberapa saat lalu hidupkan kembali
4. Jika koneksi speedy masih belum berhasil, laporkan gangguan ini ke customer care speedy 147, dan sampaikan status koneksi speedu yang dilihat di modem unutk mempercepat penyelesaian gangguan yang terjadi.
Saya sudah terkoneksi ke Speedy tapi tidak bisa browising?
1. Sebagai langkah awal, matikan modem dan hidupkan kembali untuk melakukan koneksi baru.
2. Jika belum berhasil, deteksi LAN card dengan menonaktifkan (disable) lalu di aktifkan kembali dengan mengklik Enable (Control Panel - Network Connection - LAN Connection).
3. Sebaiknya aplikasi Internet browser diupdate dengan versi terbaru.
4. Pastikan PC tidak terkena virus.
Setting saya terhapus, bagaimana melakukan setting ulang?
1. Lakukan konfigurasi modem ADSL melalui aplikasi berbasis web yang disediakan oleh produsennya. Jika kurang jelas hubungi vendor/toko tempat Anda membeli modem.
2. Lihat apakah ada perubahan user & password Speedynya. Jika tidak, lakukan langkah ke-3.
3. Jika PC Anda terinfeksi virus, hilangkan virusnya terlebih dahulu.
4. Lakukan koneksi ke Speedy dengan memasukkan user & password.
5. Rebooting PC Anda, pastikan bahwa LAN card sudah terdeteksi dengan tampilnya icon Network Connection di pojok kanan bawah.
Mengapa Internet saya lambat?
Kestabilan koneksi Speedy dipengaruhi oleh beberapa hal seperti total traffic di jaringan, kualitas jaringan telepon, jumlah aplikasi/browser aktif di komputer, serta kesehatan PC (bebas virus). Apabila salah satu hal tersebut terjadi maka dapat menyebabkan koneksi Internet anda lambat
# Usage & Billing
Apa yang dimaksud dengan usage, download dan upload?
Usage adalah Jumlah byte yang digunakan ketika melakukan aktivitas akses Internet.
Download adalah aktifitas akses Internet untuk memindahkan data/file/aplikasi yang ditransfer oleh mesin setelah pengguna Internet melakukan request terhadap data/file/aplikasi tersebut pada satu halaman web.
Upload adalah aktivitas pengguna Internet ketika melakukan request terhadap suatu data/file/aplikasi di suatu halaman web.
Bagaimana menghitung usage Speedy?
1. Ketika pelanggan login/menyalakan modem (untuk modem router), billing system akan mencatat user id yang digunakan, waktu start session dan IP Address yang diberikan.
2. Ketika pelanggan logout/mematikan modem (untuk modem router), billing system akan mencatat user id yang digunakan, waktu stop session dan jumlah usage (upload dan download).
3. Billing system akan mengirimkan data lengkap session pelanggan ini (setelah pelanggan logout) ke data base di telkomspeedy.com untuk dapat dilihat oleh pelanggan. Proses pengiriman data dilakukan setiap 10 menit.
4. Setelah satu bulan, seluruh data pemakaian per pelanggan diakumulasikan untuk diproses tagihannya.
Bagaiman saya melakukan pembayaran tagihan?
Lihat sub menu pembayaran tagihan di menu customer care
# Tips
Security
1. Jangan membiarkan orang lain tahu password anda
2. Pastikan anda telah mengubah User dan Password untuk setup Modem DSL dengan User dan Password baru yang terdiri dari minimal 6 karakter
3. Pastikan anda telah mengubah Password Speedy dengan Password baru yang terdiri dari minimal 6 karakter kombinasi dan lakukan perubahan selanjutnya secara periodik.
4. Pastikan anda telah me-non-aktifkan port-80 modem DSL untuk sisi 'WAN' atau men-'Disable' fasilitas 'Remote Admin' di perangkat DSL pelanggan
5. Pastikan anda telah meng-aktif-kan fasilitas 'FireWall' baik di perangkat modem DSL maupun di Terminal Komputer
6. Pastikan mode 'DSL Bridging' hanya anda gunakan bila anda memiliki pengetahuan komputer dan networking dengan katagori 'Advance'
Usage
1. Biasakan untuk mematikan modem saat tidak digunakan untuk Internet
2. Aktifkan aplikasi quota alert anda untuk membantu memantau jumlah pemakaian usage
Spam & Virus
1. Jangan membuka attachment dari mail yang tidak anda kenal
2. Aktifkan pop-up blocker pada browser anda
# Speedy Time Based
Deskripsi
Adalah Paket Layanan Speedy dimana biaya pemakaian dihitung berdasarkan waktu koneksi ke internet, bukan berdasarkan jumlah paket atau data yang didownload atau diupload. Metode berlangganan seperti ini akan menguntungkan bagi pelanggan yang sering melakukan download dalam jumlah besar. Dengan memilih waktu download yang tepat (disesuaikan dengan trafik pengguna Speedy lainnya) maka pelanggan akan mendapatkan paket download besar dengan harga yang relatif lebih murah.
Cara Berlangganan
Hubungi Plasa Telkom terdekat.
Mutasi Layanan
Pelanggan Speedy eksisting (volume based) diperkenankan untuk mengubah paket layananannya. Perubahan paket ini akan berlaku pada bulan n + 1. Pelanggan diperkenankan mengubah paket layanannya setiap saat dengan memperhatikan ketentuan diatas.
Peralatan yang dibutuhkan
Peralatan / modem / router yang dibutuhkan sama dengan Paket Layanan Speedy lainnya. Perlu diperhatikan, dalam metode timed base ini, tagihan Anda akan dihitung berdasarkan LAMA KONEKSI, oleh karena itu matikan modem / router Anda saat tidak digunakan.
Apa itu Speedy?
Speedy adalah produk Layanan Internet access end-to-end dari PT. TELKOM dengan basis teknologi Asymetric Digital Subscriber Line (ADSL), yang dapat menyalurkan data dan suara secara simultan melalui satu saluran telepon biasa dengan kecepatan yang dijaminkan sesuai dengan paket layanan yang diluncurkan dari modem sampai BRAS (Broadband Remote Access Server).
Apa itu DSL?
ADSL (Asymetric Digital Subscriber Line) adalah suatu teknologi modem yang bekerja pada frekuensi antara 34 kHz sampai 1104 kHz. Inilah penyebab utama perbedaan kecepatan transfer data antara modem ADSL dengan modem konvensional (yang bekerja pada frekuensi di bawah 4 kHz). Keuntungan ADSL adalah memberikan kemampuan akses Internet berkecepatan tinggi dan suara/fax secara simultan (di sisi pelanggan dengan menggunakan splitter untuk memisahkan saluran telepon dan saluran modem).
Apakah semua telepon bisa digunakan untuk Speedy?
Tidak semua jaringan telepon dapat digunakan untuk layanan Speedy. Hubungi Customer Care Telkom 147 untuk mendapatkan informasi lebih lanjut
Apa yang dimaksud dengan downstream dan upstream?
1. Downstream adalah kecepatan aliran data ketika pelanggan melakukan download dengan maksimum kecepatan sampai dengan ADSL Connection Speednya (384 Kbps).
2. Upstream adalah kecepatan aliran data ketika pelanggan melakukan upload dengan maksimum kecepatan sampai dengan 64 Kbps
Bagaimana bila saya lupa password saya?
Bawa kontrak berlangganan atau tagihan speedy terakhir beserta bukti bayar ke plasa telkom terdekat. sebagai bukti berlangganan untuk meminta password baru
# Cara Berlangganan
Apa saja persyaratan administrasi yang harus dipenuhi?
1. Menyediakan fotocopy KTP/SIM/Paspor pelanggan Speedy.
2. Menandatangani Surat Kontrak Berlangganan Speedy yang dibubuhi materei Rp.6.000,-
3. Tidak memiliki tunggakan pembayaran tagihan Speedy dan Telepon atau Faximile di alamat instalasi yang sama, baik atas nama sendiri maupun atas nama Orang Pribadi/ Perusahaan/ Badan/ Lembaga, atau nama apapun sebagai pengontrak/penyewa dan atau pengguna tempat dan atau bertempat tinggal di alamat dimana fasilitas Speedy terdaftar.
Untuk informasi lebih lanjut hubungi Customer Care Telkom 147
Apa saja yang harus saya siapkan?
1. Perangkat komputer, modem disediakan sendiri oleh pelanggan
2. Standar minimal spesifikasi teknis komputer (minimum requirement) :
1. Pentium II Processor
2. Ram 64 MB
3. Hardisk dengan kapasitas 2 GB Apabila secara teknis diperlukan penggantian modem untuk mendapatkan jenis layanan yang baru, maka penyediaannya menjadi tangung jawab pelanggan sepenuhnya.
Apa saja yang disediakan oleh Telkom?
Dengan memilih Speedy sebagai solusi kebutuhan akses Internet Anda maka anda akan mendapatkan Layanan dari TELKOM sbb :
1. Instalasi spliter di customer premises (sisi rumah pelanggan)
2. Garansi Kecepatan Akses Internet sampai dengan Broadband RAS
3. Line Akses Broadband sesuai dengan jenis layanan
4. Akses Internet melalui ISP TELKOMNET
# Modem
Bagaimana mendapatkan modem ADSL?
Modem ADSL banyak dijual di pasaran, dengan variasi harga dari sekitar Rp 600 ribu sampai dengan Rp 3 juta. Klik di sini untuk mendapatkan informasi lebih lanjut
Bagaimana cara memilih modem ADSL?
Tips untuk mendapatkan modem ADSL yang baik adalah sebagai berikut:
1. Apakah modem tersebut digunakan untuk beberapa PC atau hanya satu PC. Jika untuk satu PC cukup modem dengan 1 port USB dan atau 1 port ethernet, tetapi apabila akan digunakan untuk beberapa PC maka bisa digunakan modem yang dilengkapi dengan beberapa port ethernet (berfungsi sebagai hub). Sebagian besar tipe modem yang dijual di pasaran saat ini adalah modem router yang dapat menyimpan konfigurasi koneksi speedy (username dan password) di memory modem, sehingga ketika modem dihidupkan dan tersambung ke line telepon, maka modem akan secara otomatis melakukan koneksi speedy (automatic login), sekalipun komputer yang terhubung ke modem tersebut belum dihidupkan.
2. Gunakan modem yang compatible dengan sistem operasi dari PC anda seperti Windows atau Linux. Dari pengalaman di lapangan ada beberapa jenis modem USB yang tidak compatible dengan Windows 98 atau Windows 2000.
3. Jika memiliki dana yang cukup lebih baik menggunakan modem yang memiliki kemampuan setting melalui web karena dapat dioperasikan dengan berbagai jenis sistem operasi dan browser serta mudah dalam pengoperasiannya.
# Koneksi
Mengapa saya tidak bisa melakukan koneksi ke Speedy?
1. Untuk koneksi speedy, modem ADSL melaksanakan 2 tahap koneksi, yaitu koneksi ADSL dari modem ke Digital Multiplekser di STO terdekat dan koneksi ke BRAS dengan menggunakan username dan password masing-masing pelanggan.
2. Untuk melihat status koneksi ADSL dan koneksi ke BRAS sudah Up, dapat dilihat pada ADSL Connection status monitoring dan Internet Connection Status Monitoring di modem (melalui web interface masing-masing tipe modem).
3. Sebagai langkah awal, matikan modem beberapa saat lalu hidupkan kembali
4. Jika koneksi speedy masih belum berhasil, laporkan gangguan ini ke customer care speedy 147, dan sampaikan status koneksi speedu yang dilihat di modem unutk mempercepat penyelesaian gangguan yang terjadi.
Saya sudah terkoneksi ke Speedy tapi tidak bisa browising?
1. Sebagai langkah awal, matikan modem dan hidupkan kembali untuk melakukan koneksi baru.
2. Jika belum berhasil, deteksi LAN card dengan menonaktifkan (disable) lalu di aktifkan kembali dengan mengklik Enable (Control Panel - Network Connection - LAN Connection).
3. Sebaiknya aplikasi Internet browser diupdate dengan versi terbaru.
4. Pastikan PC tidak terkena virus.
Setting saya terhapus, bagaimana melakukan setting ulang?
1. Lakukan konfigurasi modem ADSL melalui aplikasi berbasis web yang disediakan oleh produsennya. Jika kurang jelas hubungi vendor/toko tempat Anda membeli modem.
2. Lihat apakah ada perubahan user & password Speedynya. Jika tidak, lakukan langkah ke-3.
3. Jika PC Anda terinfeksi virus, hilangkan virusnya terlebih dahulu.
4. Lakukan koneksi ke Speedy dengan memasukkan user & password.
5. Rebooting PC Anda, pastikan bahwa LAN card sudah terdeteksi dengan tampilnya icon Network Connection di pojok kanan bawah.
Mengapa Internet saya lambat?
Kestabilan koneksi Speedy dipengaruhi oleh beberapa hal seperti total traffic di jaringan, kualitas jaringan telepon, jumlah aplikasi/browser aktif di komputer, serta kesehatan PC (bebas virus). Apabila salah satu hal tersebut terjadi maka dapat menyebabkan koneksi Internet anda lambat
# Usage & Billing
Apa yang dimaksud dengan usage, download dan upload?
Usage adalah Jumlah byte yang digunakan ketika melakukan aktivitas akses Internet.
Download adalah aktifitas akses Internet untuk memindahkan data/file/aplikasi yang ditransfer oleh mesin setelah pengguna Internet melakukan request terhadap data/file/aplikasi tersebut pada satu halaman web.
Upload adalah aktivitas pengguna Internet ketika melakukan request terhadap suatu data/file/aplikasi di suatu halaman web.
Bagaimana menghitung usage Speedy?
1. Ketika pelanggan login/menyalakan modem (untuk modem router), billing system akan mencatat user id yang digunakan, waktu start session dan IP Address yang diberikan.
2. Ketika pelanggan logout/mematikan modem (untuk modem router), billing system akan mencatat user id yang digunakan, waktu stop session dan jumlah usage (upload dan download).
3. Billing system akan mengirimkan data lengkap session pelanggan ini (setelah pelanggan logout) ke data base di telkomspeedy.com untuk dapat dilihat oleh pelanggan. Proses pengiriman data dilakukan setiap 10 menit.
4. Setelah satu bulan, seluruh data pemakaian per pelanggan diakumulasikan untuk diproses tagihannya.
Bagaiman saya melakukan pembayaran tagihan?
Lihat sub menu pembayaran tagihan di menu customer care
# Tips
Security
1. Jangan membiarkan orang lain tahu password anda
2. Pastikan anda telah mengubah User dan Password untuk setup Modem DSL dengan User dan Password baru yang terdiri dari minimal 6 karakter
3. Pastikan anda telah mengubah Password Speedy dengan Password baru yang terdiri dari minimal 6 karakter kombinasi dan lakukan perubahan selanjutnya secara periodik.
4. Pastikan anda telah me-non-aktifkan port-80 modem DSL untuk sisi 'WAN' atau men-'Disable' fasilitas 'Remote Admin' di perangkat DSL pelanggan
5. Pastikan anda telah meng-aktif-kan fasilitas 'FireWall' baik di perangkat modem DSL maupun di Terminal Komputer
6. Pastikan mode 'DSL Bridging' hanya anda gunakan bila anda memiliki pengetahuan komputer dan networking dengan katagori 'Advance'
Usage
1. Biasakan untuk mematikan modem saat tidak digunakan untuk Internet
2. Aktifkan aplikasi quota alert anda untuk membantu memantau jumlah pemakaian usage
Spam & Virus
1. Jangan membuka attachment dari mail yang tidak anda kenal
2. Aktifkan pop-up blocker pada browser anda
# Speedy Time Based
Deskripsi
Adalah Paket Layanan Speedy dimana biaya pemakaian dihitung berdasarkan waktu koneksi ke internet, bukan berdasarkan jumlah paket atau data yang didownload atau diupload. Metode berlangganan seperti ini akan menguntungkan bagi pelanggan yang sering melakukan download dalam jumlah besar. Dengan memilih waktu download yang tepat (disesuaikan dengan trafik pengguna Speedy lainnya) maka pelanggan akan mendapatkan paket download besar dengan harga yang relatif lebih murah.
Cara Berlangganan
Hubungi Plasa Telkom terdekat.
Mutasi Layanan
Pelanggan Speedy eksisting (volume based) diperkenankan untuk mengubah paket layananannya. Perubahan paket ini akan berlaku pada bulan n + 1. Pelanggan diperkenankan mengubah paket layanannya setiap saat dengan memperhatikan ketentuan diatas.
Peralatan yang dibutuhkan
Peralatan / modem / router yang dibutuhkan sama dengan Paket Layanan Speedy lainnya. Perlu diperhatikan, dalam metode timed base ini, tagihan Anda akan dihitung berdasarkan LAMA KONEKSI, oleh karena itu matikan modem / router Anda saat tidak digunakan.
Menseting Modem ADSL mengunakan ISP Telkom Speedy
Untuk Menseting Modem ADSL mengunakan ISP Telkom Speedy anda Harus Mempunyai Sambungan Internet speedy di Line Telp anda.
Di Sini Sedikit Saya Jelaskan Tentang cara menset modem adsl menggunakan koneksi internet Speedy.
* Siapkan Modem ADSL.
untuk penjelasan saya di bawah ini menggunakan Modem Adsl Dengan Merek :
- Allied Telesyn
- Billion
- Zyxel
- Linksys
- Kasda
- Aztech
- Prolink
Type modem :
Ethernet = Tidak Perlu Di Instal Driver
USB = Harus Instal Driver
Tapi pada Dasarnya pada setiap merek modem Inti menseting nya Sama. Petunjuk Dasar Modem Bisa Di baca di buku manualnya Modem.
1. Pastikan Instalasi Jaringan Lokal Modem Benar.
*Cek Lampu Indikator pada Modem Jika Kesulitan HUB 147.
2. Buka Browser (" Jika Di Dalam Browser anda menggunakan Proxy Harap Di Buat Disable dulu Sebab Terkadang Mengangu Prosess Seting modem " )
Masukan IP modem : Di Dalam Address Browser.
Contoh : 192.168.1.1
3. Isi User name dan Pasword untuk masuk ke dalam panel seting modem.
* User Name Password Modem Biasanya Tertera pada buku petunjuk manual modem.
Bila Sudah masuk pada Panel Modem. Silahkan Seting Dengan Petunjuk Di Bawah ini :
Zyxel – Prestige 600 series
_ Set PC Anda :
_ IP Address : 192.168.1.2
_ Subnet : 255.255.255.0
_ Gateway : 192.168.1.1
_ Proxy di disable
_ Koneksikan PC anda dengan
modem memakai kabel
Ethernet / USB
_ Buka Internet Explorer, ketik
http://192.168.1.1, akan
muncul Web Configurator
_ Masukkan :
_ Username : admin
_ Password : 1234
_ Klik WAN
_ Set Modem :
_ Encapsulation :
PPPoE
_ Multiplex : LLC
_ VPI : 0
_ VCI : 35
_ QoS : UBR
_ Username
_ Password
_ IP Address, pilih
Obtain an IP
Address
automatically
_ Klik Apply
Allied Telesyn AT-AR236E
_ Set PC Anda :
_ IP Address, pilih Obtain an IP
Address automatically
_ Atau set PC Anda sbb:
_ IP Address : 192.168.1.2
_ Subnet : 255.255.255.0
_ Gateway : 192.168.1.1
_ Proxy di disable
_ Koneksikan PC anda dengan
modem memakai kabel Ethernet /
USB
_ Buka Internet Explorer, ketik
http://192.168.1.1
_ Masukkan :
_ Username : manager
_ Password : friend
_ Pilih Quick Start
_ Select Country : Malaysia
_ Pilih Setup
_ Cek semua parameter
_ Encapsulation : PPPoE
_ VPI : 0
_ VCI : 35
_ QoS : UBR
_ Username
_ Password
_ Klik Save Settings
LINKSYS
Set PC Anda :
_ IP Address, pilih Obtain an IP Address automatically
_ Atau set PC Anda sbb:
_IP Address : 192.168.1.2
_Subnet : 255.255.255.0
_Gateway : 192.168.1.1
_ Proxy di disable
_ Koneksikan PC anda dengan modem memakai kabel Ethernet /
USB
_ Buka Internet Explorer, ketik http://192.168.1.1
_ Masukkan :
_ Username : admin
_ Password : admin
Untuk Konfigurasinya sama.
Billion - BiPAC 5112S
_ Set PC Anda :
_ IP Address, pilih Obtain an IP Address automatically
_ Atau set PC Anda sbb:
_IP Address : 192.168.1.2
_Subnet : 255.255.255.0
_Gateway : 192.168.1.254
_ Proxy di disable
_ Koneksikan PC anda dengan modem memakai kabel Ethernet /
USB
_ Buka Internet Explorer, ketik http://192.168.1.254
_ Masukkan :
_ Username : admin
_ Password : admin
Seperti ini :
Akan muncul tampilan sebagai berikut :
Setelah semua parameter, username dan password terisi dengan
betul klik Save Setting.
_ Set Modem :
_ Encapsulation :
PPPoE
_ Multiplex : LLC
_ VPI : 0
_ VCI : 35
_ Username
_ Password
Maka modem akan reboot :
Setelah itu pastikan semua lampu indikator menyala.
AZTECH
Konfigurasi Modem ADSL
- Buka Network Connection dari Control panel, pastikan “Internet
Protocol” TCP /IP anda pada IP addressnya dalam posisi Obtain
(Automatic)
- Buka Internet Explorer lalu Adress nya ketik “192.168.1.1 enter.
Untuk mengetahui ip gateway modem pada windows gunakan
perintah start – run – cmd – ipconfig ) setiap merek modem
mempunyai addres sendiri.
Masukkan User name : admin , password : admin --- > Log in
Klik Setup
Di Menu WAN Setting pilih Connection 0
Masukkan parameter setting, VPI = 0, VCI = 35, QoS = UBR, Type = PPPoE,
juga Username dan Password :
Apply lalu save settings, log out dan selesai.
KASDA
User name admin password adslroot
Pada menu Home klik Quick configuration
Masukkan parameter setting, VPI = 0, VCI = 35, QoS = UBR, Type = PPPoE,
juga Username dan Password Speedy:
(Jangan lupa ATM Interface = 1, setelah Commit ATM Interface kembali ke 0
(setting default), tetapi yang dipakai tetap yang ATM Interface 1
Setelah parameter terisi klik Submit _ admin
Menu Admin sbb :
Klik Commit _ Reboot dan selesai.
PROLINK (HURICANE 9000P)
_ Set PC Anda :
_ IP Address, pilih Obtain an IP Address automatically
_ Atau set PC Anda sbb:
_IP Address : 10.0.0.3
_Subnet : 255.255.255.0
_Gateway : 10.0.0.2
_ Proxy di disable
_ Koneksikan PC anda dengan modem memakai kabel Ethernet /
USB
_ Buka Internet Explorer, ketik http://10.0.0.2
_ Masukkan :
_ Username : admin
_ Password : password
Setelah itu muncul Wizard sbb :
Klik
PPP
Klik Check
The WAN
Configuration Sama Seperti konfigurasi Modem Sebelumnya.
Dalam menseting modem hal yang terpenting adalah Username dan password Yang Di Berikan Oleh Telkom..
Contoh User name : 152601210xxx
Pasword : X0vkTG
Perhatian. Mohon Pasword yang lama Segera Di Ganti. Penggantian Pasword dapat Di Lakukan Di www.telkomspeedy.com Silahkan Log in dengan masukan User name Dan Psword anda Di Situ
Setelah anda Log in Pilih Menu Ubah pasword.
Contoh :
Password Lama : X0vkTG
Password baru : Bimaprimagayudha
Dan Jangan Sampai Lupa anda Juga Harus Merubah Password anda Di Modem Dengan Pssword Yang anda Ubah tadi.
Di Sini Sedikit Saya Jelaskan Tentang cara menset modem adsl menggunakan koneksi internet Speedy.
* Siapkan Modem ADSL.
untuk penjelasan saya di bawah ini menggunakan Modem Adsl Dengan Merek :
- Allied Telesyn
- Billion
- Zyxel
- Linksys
- Kasda
- Aztech
- Prolink
Type modem :
Ethernet = Tidak Perlu Di Instal Driver
USB = Harus Instal Driver
Tapi pada Dasarnya pada setiap merek modem Inti menseting nya Sama. Petunjuk Dasar Modem Bisa Di baca di buku manualnya Modem.
1. Pastikan Instalasi Jaringan Lokal Modem Benar.
*Cek Lampu Indikator pada Modem Jika Kesulitan HUB 147.
2. Buka Browser (" Jika Di Dalam Browser anda menggunakan Proxy Harap Di Buat Disable dulu Sebab Terkadang Mengangu Prosess Seting modem " )
Masukan IP modem : Di Dalam Address Browser.
Contoh : 192.168.1.1
3. Isi User name dan Pasword untuk masuk ke dalam panel seting modem.
* User Name Password Modem Biasanya Tertera pada buku petunjuk manual modem.
Bila Sudah masuk pada Panel Modem. Silahkan Seting Dengan Petunjuk Di Bawah ini :
Zyxel – Prestige 600 series
_ Set PC Anda :
_ IP Address : 192.168.1.2
_ Subnet : 255.255.255.0
_ Gateway : 192.168.1.1
_ Proxy di disable
_ Koneksikan PC anda dengan
modem memakai kabel
Ethernet / USB
_ Buka Internet Explorer, ketik
http://192.168.1.1, akan
muncul Web Configurator
_ Masukkan :
_ Username : admin
_ Password : 1234
_ Klik WAN
_ Set Modem :
_ Encapsulation :
PPPoE
_ Multiplex : LLC
_ VPI : 0
_ VCI : 35
_ QoS : UBR
_ Username
_ Password
_ IP Address, pilih
Obtain an IP
Address
automatically
_ Klik Apply
Allied Telesyn AT-AR236E
_ Set PC Anda :
_ IP Address, pilih Obtain an IP
Address automatically
_ Atau set PC Anda sbb:
_ IP Address : 192.168.1.2
_ Subnet : 255.255.255.0
_ Gateway : 192.168.1.1
_ Proxy di disable
_ Koneksikan PC anda dengan
modem memakai kabel Ethernet /
USB
_ Buka Internet Explorer, ketik
http://192.168.1.1
_ Masukkan :
_ Username : manager
_ Password : friend
_ Pilih Quick Start
_ Select Country : Malaysia
_ Pilih Setup
_ Cek semua parameter
_ Encapsulation : PPPoE
_ VPI : 0
_ VCI : 35
_ QoS : UBR
_ Username
_ Password
_ Klik Save Settings
LINKSYS
Set PC Anda :
_ IP Address, pilih Obtain an IP Address automatically
_ Atau set PC Anda sbb:
_IP Address : 192.168.1.2
_Subnet : 255.255.255.0
_Gateway : 192.168.1.1
_ Proxy di disable
_ Koneksikan PC anda dengan modem memakai kabel Ethernet /
USB
_ Buka Internet Explorer, ketik http://192.168.1.1
_ Masukkan :
_ Username : admin
_ Password : admin
Untuk Konfigurasinya sama.
Billion - BiPAC 5112S
_ Set PC Anda :
_ IP Address, pilih Obtain an IP Address automatically
_ Atau set PC Anda sbb:
_IP Address : 192.168.1.2
_Subnet : 255.255.255.0
_Gateway : 192.168.1.254
_ Proxy di disable
_ Koneksikan PC anda dengan modem memakai kabel Ethernet /
USB
_ Buka Internet Explorer, ketik http://192.168.1.254
_ Masukkan :
_ Username : admin
_ Password : admin
Seperti ini :
Akan muncul tampilan sebagai berikut :
Setelah semua parameter, username dan password terisi dengan
betul klik Save Setting.
_ Set Modem :
_ Encapsulation :
PPPoE
_ Multiplex : LLC
_ VPI : 0
_ VCI : 35
_ Username
_ Password
Maka modem akan reboot :
Setelah itu pastikan semua lampu indikator menyala.
AZTECH
Konfigurasi Modem ADSL
- Buka Network Connection dari Control panel, pastikan “Internet
Protocol” TCP /IP anda pada IP addressnya dalam posisi Obtain
(Automatic)
- Buka Internet Explorer lalu Adress nya ketik “192.168.1.1 enter.
Untuk mengetahui ip gateway modem pada windows gunakan
perintah start – run – cmd – ipconfig ) setiap merek modem
mempunyai addres sendiri.
Masukkan User name : admin , password : admin --- > Log in
Klik Setup
Di Menu WAN Setting pilih Connection 0
Masukkan parameter setting, VPI = 0, VCI = 35, QoS = UBR, Type = PPPoE,
juga Username dan Password :
Apply lalu save settings, log out dan selesai.
KASDA
User name admin password adslroot
Pada menu Home klik Quick configuration
Masukkan parameter setting, VPI = 0, VCI = 35, QoS = UBR, Type = PPPoE,
juga Username dan Password Speedy:
(Jangan lupa ATM Interface = 1, setelah Commit ATM Interface kembali ke 0
(setting default), tetapi yang dipakai tetap yang ATM Interface 1
Setelah parameter terisi klik Submit _ admin
Menu Admin sbb :
Klik Commit _ Reboot dan selesai.
PROLINK (HURICANE 9000P)
_ Set PC Anda :
_ IP Address, pilih Obtain an IP Address automatically
_ Atau set PC Anda sbb:
_IP Address : 10.0.0.3
_Subnet : 255.255.255.0
_Gateway : 10.0.0.2
_ Proxy di disable
_ Koneksikan PC anda dengan modem memakai kabel Ethernet /
USB
_ Buka Internet Explorer, ketik http://10.0.0.2
_ Masukkan :
_ Username : admin
_ Password : password
Setelah itu muncul Wizard sbb :
Klik
PPP
Klik Check
The WAN
Configuration Sama Seperti konfigurasi Modem Sebelumnya.
Dalam menseting modem hal yang terpenting adalah Username dan password Yang Di Berikan Oleh Telkom..
Contoh User name : 152601210xxx
Pasword : X0vkTG
Perhatian. Mohon Pasword yang lama Segera Di Ganti. Penggantian Pasword dapat Di Lakukan Di www.telkomspeedy.com Silahkan Log in dengan masukan User name Dan Psword anda Di Situ
Setelah anda Log in Pilih Menu Ubah pasword.
Contoh :
Password Lama : X0vkTG
Password baru : Bimaprimagayudha
Dan Jangan Sampai Lupa anda Juga Harus Merubah Password anda Di Modem Dengan Pssword Yang anda Ubah tadi.
Strategi Implementasi Teknologi ASON (Automatic Switch Optical Network) di Jaringan Backbone dan Metro
1. DEFINISI ASON
ASON (Automatic Switched Optical Netoork) merupakan suatu optical transport network yang memiliki kemampuan pembentukan koneksi secara dinamis (dynamic connection). Kemampuan tersebut disempurnakan dengan menggunakan suatu control plane untuk melakukan fungsi call & connection.
ASON dapat dikatakan sebagai suatu arsitekur yang mendefinisikan komponen-komponen pada optical control plane serta hubungan interaksi antara komponen-komponen tersebut. ASON menggambarkan suatu arsitektur pengendalian dan manajemen untuk mendukung fungsi kerja jaringan switch otomatis berbasis transport optic, serta sebagai suatu teknologi yang memiliki fungsi routing dan signaling yang diaplikasikan pada jaringan optik sehingga proses dynamic path setup bisa dijalankan dengan mulus.
Definisi ASON diatur dalam ITU-T G.8081/Y.1353 mengenai Terms and Definitions for Automatically Switched Optical Networks (ASON). Rekomendasi ini menjelaskan semua istilah, definisi, serta singkatan-singkatan yang digunakan dalam rekomendasi ASON. Dalam pendefinisian istilah-istilah, singkatan yang berhubungan dalam pembahasan rekomendasi mengenai ASON akan berkaitan pula dengan beberapa rekomendasi yang telah dikeluarkan oleh ITU-T sebelumnya.
Implementasi ASON membutuhkan dukungan protokol lain seperti GMPLS (Generalized Multi Protokol Label Switching) yang dikeluarkan oleh badan standar IETF (Internet Engineering Task Force). GMPLS adalah protokol tambahan yang dibutuhkan untuk memisahkan control plane dari data plane di dalam jaringan. GMPLS dikembangkan untuk memetakan Trafik IP langsung ke atas layer Optik (DWDM) dengan menurunkan kompleksitas dan penyediaan alokasi bandwidth yang cepat dan fleksibel bagi trafik IP. GMPLS mendefinisikan suatu set protokol untuk manajemen link, penentuan topologi, route, signaling, survivabilitas jaringan IP dan optik.
Terdapat 3 (tiga) lembaga internasional yang mengembangkan standar control plane untuk teknologi DWDM. ITU (International Telecommunications Union) mengembangkan arsitektur ASON (Automatic Switched Optical Netoork) pada control plane, IETF (Internet Engineering Task Force) mengembangkan GMPLS sebagai kelanjutan dari teknologi sebelumnya yaitu MPLS (Multi Protocol Label Switching), serta OIF (Optical Internetworking Forum).

Gambar 1. Badan Standarisasi Internasional (Source: Presentasi Mitra)
2. ARSITEKTUR ASON
Arsitektur ASON dibagi menjadi 3 bagian, yaitu:
a. Transport Plane
Transport Plane dikenal juga sebagai data plane, yang merepresentasikan pemanfaatan sumber daya jaringan untuk menyampaikan suatu informasi antar user. Transfer informasi tersebut dapat merupakan bi-directional atau unidirectional. Transport plane juga dapat melakukan fungsi transfer informasi untuk kontrol dan sistem manajemen. Transport plane direpresentasikan dengan suatu komponen jaringan yang meliputi: transport entitas dan fungsi transport. Komponen jaringan tersebut dapat berupa IP, ATM, SDH, atau OTN.
b. Control Plane
Control plane meliputi proses signaling, routing dan manajemen link. Signaling melakukan proses pembangunan, pemutusan dan memodifikasi koneksi. Selain itu signaling juga diperlukan untuk proses restorasi koneksi secara otomatis saat terjadi failure pada jaringan. Routing merupakan proses pemilihan rute yang akan dilalui dalam suatu jaringan. Dengan routing seluruh topologi jaringan akan terlihat jelas, sehingga pemilihan jalur routing yang efektif akan lebih mudah untuk dilakukan. Sedangkan manajemen link bertugas untuk melakukan verifikasi konektivitas link dan korelasi properti yang dimiliki tiap link. Control plane mendukung layanan koneksi melalui suatu proses provisioning otomatis antara end-to-end koneksi transport antar domain. Kemampuan control plane pada ASON berjalan secara otomatis sesuai dengan tingkat kepintaran dari jaringan yang dibangun.
c. Management Plane
Management plane melakukan fungsi manajemen jaringan pada transport plane dan control plane, dan sistem secara keseluruhan. Management plane inilah yang melakukan koordinasi dengan semua plane agar dapat bekerja dengan baik. Management plane juga melakukan fungsi FCAPS (Fault, Configuration, Accounting, Performance, Security) dalam mengatur interkoneksi tiap komponen pada control plane dan transport plane.
Pada gambar berikut terlihat semua komponen yang membentuk interkoneksi jaringan ASON. Arsitektur tersebut memperlihatkan switching pada koneksi dalam jaringan transport optik melalui signaling pada jaringan ASON.

Gambar 2. Arsitektur ASON pada jaringan optik
3. KEUNGGULAN ASON
Teknologi jaringan optik yang ada saat ini meskipun telah menawarkan berbagai kapasitas transmisi yang besar tetapi masih kurang fleksibel bila dibandingkan teknologi IP. Keterbatasan tersebut disebabkan karena sebagian besar proses operasi jaringan dilakukan secara manual atau melalui network management system yang kompleks dan lambat. Kekurangan utama pada jaringan optik saat ini yaitu:
* Provisioning jaringan yang cenderung manual
* Waktu provisioning yang lama
* Tidak efisien dalam utilisasi resource jaringan
* Kesulitan dalam kesinambungan pengoperasian antara jaringan packet-switched pada klien dan circuit-switched pada jaringan optik
* Kompleksitas network management
* Ketidaksinambungan dengan berbagai vendor yang berbeda
* Kurang handalnya sistem proteksi pada jaringan mesh
Dengan hadirnya ASON, beberapa keunggulan yang ditawarkan yaitu:
* Proses provisioning yang cepat
* Kemudahan dalam pengoperasian jaringan
* High availability, dengan kemampuan multiple protection
* High flexibility dalam penggunaan rute
* High scalability, tiap node bisa up-grade secara mandiri (tidak mempengaruhi node lain)
* Efisien dalam penggunaan bandwidth
* Biaya pemeliharaan yang rendah
* Mendukung beberapa macam Service Level Agreement (SLA)
Provisioning pada Optical Channel dalam beberapa menit atau bahkan dalam beberapa detik akan membuka jalan baru untuk pemanfaatan resource jaringan yang lebih baik. Resource dari jaringan optik dapat berhubungan secara otomatis dengan trafik data pada sisi pengguna.
Pada teknologi ASON, pemisahan control plane akan berpangaruh besar pada manajemen operasi jaringan. Koneksi dapat dibangun pada lingkungan multi-vendor dan multi-carrier yang berbeda tanpa bergantung pada management system dari mitra yang berbeda. Beberapa sistem akan melakukan proses routing secara otomatis tanpa membutuhkan update secara manual pada topologi jaringan. Proses ini akan memberikan skalabilitas yang semakin besar dalam skala global.
Teknologi ASON akan sangat berguna jika topologi jaringan backbone (core maupun metro) yang dibangun menggunakan tipe mesh (full/partial). Namun bukan berarti ASON tidak dapat digunakan pada jaringan eksisting yang sudah memiliki topologi ring. Dengan topologi mesh akan memungkinkan setiap node berhubungan secara langsung dengan node-node yang lain. Sehingga memiliki banyak alternatif rute yang bisa digunakan pada saat jaringan mengalami multiple fault.
ASON menggunakan sistem restoration atau protection dan kombinasi keduanya (PRC) sebagai fault handling-nya. Sedangkan Secara topologi, jaringan backbone saat ini masih banyak menggunakan topologi ring, dimana proses redundancy menggunakan sistem protection (SNCP/MS-SPRING). Dengan topologi ini maka tidak dimungkinkan jaringan tersebut memiliki multiple fault handling. Kondisi multiple fault handling diperlihatkan seperti pada gambar 3, dimana topologi mesh service akan tetap berjalan walaupun terdapat 3 (tiga) link yang rusak.

Gambar 3. Kemampuan upgrade jaringan pada topologi mesh
Dengan menggunakan ASON, proses upgrade dari jaringan akan lebih mudah untuk dilakukan. Pada gambar 3, terlihat bahwa jika menggunakan topologi ring, saat menginstall ring yang baru, maka akan membutuhkan upgrade pada seluruh node dalam ring tersebut. Sedangkan pada topologi mesh, saat menginstall satu link yang baru maka hanya ada dua buah node yang perlu diupgrade. Dengan kata lain, saat melakukan upgrade link baru tersebut, jaringan dapat tetap berjalan, tanpa mengganggu node lainnya.
Teknologi ASON juga menawarkan efisiensi bandwidth jaringan. Dapat dilihat pada gambar 4, bahwa bila menggunakan topologi ring ½ (50%) dari bandwidth dari tiap fiber harus dialokasikan sebagai back-up, sehingga hanya ½ (50%) dari bandwidth saja yang dapat digunakan. Sedangkan pada topologi mesh yang didukung oleh ASON, bila terdapat 4 link pada satu node, maka ¾ (75%) dari bandwidth jaringan dapat digunakan sebagai working channel, dan hanya ¼ bandwidth yang digunakan sebagai back-up.

Gambar 4. Efisiensi bandwidth pada topologi mesh
4. STRATEGI IMPLEMENTASI ASON
Implementasi ASON pada jaringan backbone, perlu dilakukan dengan cermat dan hati-hati dengan mempertimbangkan beberapa faktor termasuk maturity dari teknologi, kesiapan pemasok, serta melihat kondisi eksisting agar jaringan yang dibangun dapat optimal. Selain diimplementasikan pada jaringan backbone, ASON juga dapat diimplementasikan di jaringan Metro untuk transmisi regional, sejauh memang kebutuhan di sisi transport regional sudah sangat membutuhkan kapasitas besar.
Didalam implementasi ASON, perlu dipahami bahwa beberapa klarifikasi terhadap ASON yakni :
* ASON tidak sama dengan topologi mesh
* ASON tidak membutuhkan atau mengharuskan bahwa keseluruhan jaringan akan menggunakan topologi mesh.
* ASON bukan hanya cocok untuk topology full mesh akan tetapi juga cocok untuk kombinasi antara topologi mesh dengan ring, dimana derajat rata-rata untuk mesh dan ring ini tergantung kepada masing-masing vendor biasanya berkisar antara 2.3 sd 3.0 sudah memungkinkan untuk menggunakan ASON. Sebagai contoh salah satu vendor ASON yakni Huawei mensyaratkan derajat rata-rata >= 2.0.
a. Maturity
Saat ini sudah banyak pemasok di pasar global yang memiliki seri produk teknologi berbasis teknologi optik yang berperan sebagai solusi di jaringan backbone maupun jaringan regional. Teknologi ASON saat ini sudah tersedia di pasar. Operator-operator dunia sudah ada yang melakukan implementasi teknologi ini, seperti Beijing Telecom, Telemar Brazil dengan intelligent backbone, Hainan Telecom, Ristelecom-Rusia, Connex-Romania, Saudi Arabia, Flag Telecom, Telkomsel-Indonesia, dan operator lain.
b. Kesiapan Pemasok
Saat ini dapat dikatakan bahwa sudah cukup banyak vendor-vendor yang telah memproduksi ASON, termasuk vendor-vendor global yang telah memiliki reputasi baik di mata operator. Dominasi vendor yang memiliki produk ASON adalah berasal dari bidang Telekomunikasi.

Tabel 1. Contoh Pemasok Teknologi ASON
c. Roadmap
Perkembangan teknologi ASON akan mengikuti perkembangan teknologi DWDM, dalam hal ini menuju all optical networking infrastructure dilakukan dengan penerapan programable OADM (Optical Add Drop Multiplexer) yang memungkinkan implementasi jaringan optik yang berbasis ring (DWDM ring) serta penerapan teknologi OXC (Optical Cross Connect) yang memungkinkan diimplementasikannya jaringan optik yang lebih fleksibel seperti mesh network dan interconnected ring network.
d. Potensi Bisnis
Disamping itu juga ada dorongan skalabilitas dan peluang mendapatkan harga yang lebih murah untuk setiap kenaikan bandwidth yang dibutuhkan dibandingkan dengan teknologi lain. Gambaran tersebut diperlihatkan seperti pada gambar berikut dibawah ini.

Gambar 5. CAPEX efisiensi Metro WDM
Memperhatikan demikian beragamnya teknologi yang dapat diimplementasikan di area metro dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing, maka sangat perlu bagi operator untuk menentukan kebutuhannya, terutama dalam hal layanan yang akan dideliver dan kebutuhan akan provisioning dan variasi kualitas layanan yang akan diberikan kepada pelanggan. Setelah itu baru akan didapat gambaran tentang teknologi yang cocok untuk diimplementasikan berdasarkan kriteria yang telah dibuat. Masalah interoperability dengan jaringan eksisting merupakan satu hal lain yang perlu menjadi perhatian dalam pemilihan teknologi di metro.
4. BEBERAPA KENDALA DAN ALTERNATIF SOLUSI
Implementasi ASON ke jaringan transport eksisting, tentu saja tidak semudah membalikkan telapak tangan. Hal ini terkait sekali dengan kontinuitas layanan eksisting yang sedang digelar serta expand ke layanan baru yang akan digelar dengan diimplementasikannya ASON. Beberapa titik potensi terjadinya kendala di dalam implementasi ASON diantaranya:
* Integrasi sistem manajemen jaringan eksisting dengan sistem manajemen jaringan baru yang telah memiliki ASON, karena perbedaan pemasok antara keduanya.
* Interoperabilitas antara produk pemasok
Integrasi perangkat ASON dengan pemasok yang berbeda, dalam hal jika perusahaan menerapkan konsep multi vendor. Kondisi bisnis dan kebutuhan konektivitas akan mendorong operator-operator untuk melakukan integrasi jaringan pada batas-batas jaringan. Hal ini tentu akan memunculkan permasalah interoperabilitas diantara produk pemasok. Permasalahan interoperabilitas umumnya akan memerlukan waktu yang tidak sedikit dan tidak jarang bergulir menjadi permasalah yang kompleks.
* Kebijakan yang berbeda antar operator, dalam hal kontinuitas SLG (Service Level Guarantee) yang dijanjikan kepada pelanggan.
Setiap operator pada umumnya akan menerapkan kebijakan manajemen jaringan yang berbeda-beda pada jaringan transport-nya. Setiap operator juga kemungkinan besar akan mengimplementasikan produk dari mitra yang berbeda-beda.
Adapun alternatif solusi yang dapat diberikan dalam menghadapi kendala-kendala yang telah disebutkan di atas diantaranya :
* Tes antar produk dari berbagai pemasok, dapat berupa lab trial, test bed, field trial, dan lain sebagainya. Selain untuk memastikan interoperabilas dan interkoneksi antar perangkat dari pemasok yang berbeda, juga dapat dilakukan uji coba layanan yang akan digelar dengan adanya ASON seperti Optical VPN (Virtual Private Network), IPTV, Video Conference, dan lain sebagainya sehingga sebelum diluncurkan kepada pelanggan segala persiapan teknis telah dilakukan.
* Untuk tetap dapat memberikan SLG yang kontinu kepada pelanggan, meski melibatkan berbagai operator untuk mengirimkan layanan maka perlu dilakukan kerjasama yang jelas dan mengikat antar operator yang bermitra. Jika memungkinkan, akan lebih baik lagi jika dilakukan trial ataupun tes secara bersama antar operator yang akan menjadi mitra.
KESIMPULAN
1. Dengan hadirnya teknologi ASON, terdapat beberapa keunggulan yang ditawarkan antara lain proses provisioning yang cepat, efisien dalam penggunaan bandwidth, scalability tinggi dan availability tinggi dengan kemampuan multiple protection
2. Teknologi ASON muncul karena adanya permintaan pasar yang membutuhkan lalu lintas internet dengan kecepatan tinggi dan hal itu tercapai apabila memanfaatkan jaringan optik. Tetapi karena penggunaan jaringan optik maka jaringan yang dibutuhkan akan semakin komplek sehingga ASON digunakan untuk mengurangi kekomplekan jaringan tersebut.
3. Implementasi ASON pada jaringan backbone, perlu dilakukan dengan cermat dan hati-hati dengan mempertimbangkan beberapa faktor termasuk maturity dari teknologi, kesiapan pemasok, serta tahapan-tahapan migrasi dari kondisi eksisting agar kondisi yang diinginkan dapat tercapai. Selain diimplementasikan pada jaringan backbone, ASON juga dapat diimplementasikan di jaringan Metro untuk transmisi regional, sejauh memang kebutuhan disisi transport regional memang sudah sangat membutuhkan kapasitas besar.
4. Dengan munculnya ASON, maka terjadi beberapa perubahan yang cukup signifikan yaitu provisioning antar vendor dapat digunakan, memungkinkan bandwidth on demand, jaringan bersifat hierarki bahkan bisa lebih dari dua lapisan, adanya standar untuk overlay, peer, SPC model dan terdapat beberapa perubahan lainnya. Untuk dapat memberikan SLG yang kontinui kepada pelanggan yang melibatkan berbagai operator untuk mengirimkan layanan, maka disarankan untuk dilakukan kerjasama yang jelas dan mengikat antar operator yang bermitra.
ASON (Automatic Switched Optical Netoork) merupakan suatu optical transport network yang memiliki kemampuan pembentukan koneksi secara dinamis (dynamic connection). Kemampuan tersebut disempurnakan dengan menggunakan suatu control plane untuk melakukan fungsi call & connection.
ASON dapat dikatakan sebagai suatu arsitekur yang mendefinisikan komponen-komponen pada optical control plane serta hubungan interaksi antara komponen-komponen tersebut. ASON menggambarkan suatu arsitektur pengendalian dan manajemen untuk mendukung fungsi kerja jaringan switch otomatis berbasis transport optic, serta sebagai suatu teknologi yang memiliki fungsi routing dan signaling yang diaplikasikan pada jaringan optik sehingga proses dynamic path setup bisa dijalankan dengan mulus.
Definisi ASON diatur dalam ITU-T G.8081/Y.1353 mengenai Terms and Definitions for Automatically Switched Optical Networks (ASON). Rekomendasi ini menjelaskan semua istilah, definisi, serta singkatan-singkatan yang digunakan dalam rekomendasi ASON. Dalam pendefinisian istilah-istilah, singkatan yang berhubungan dalam pembahasan rekomendasi mengenai ASON akan berkaitan pula dengan beberapa rekomendasi yang telah dikeluarkan oleh ITU-T sebelumnya.
Implementasi ASON membutuhkan dukungan protokol lain seperti GMPLS (Generalized Multi Protokol Label Switching) yang dikeluarkan oleh badan standar IETF (Internet Engineering Task Force). GMPLS adalah protokol tambahan yang dibutuhkan untuk memisahkan control plane dari data plane di dalam jaringan. GMPLS dikembangkan untuk memetakan Trafik IP langsung ke atas layer Optik (DWDM) dengan menurunkan kompleksitas dan penyediaan alokasi bandwidth yang cepat dan fleksibel bagi trafik IP. GMPLS mendefinisikan suatu set protokol untuk manajemen link, penentuan topologi, route, signaling, survivabilitas jaringan IP dan optik.
Terdapat 3 (tiga) lembaga internasional yang mengembangkan standar control plane untuk teknologi DWDM. ITU (International Telecommunications Union) mengembangkan arsitektur ASON (Automatic Switched Optical Netoork) pada control plane, IETF (Internet Engineering Task Force) mengembangkan GMPLS sebagai kelanjutan dari teknologi sebelumnya yaitu MPLS (Multi Protocol Label Switching), serta OIF (Optical Internetworking Forum).

Gambar 1. Badan Standarisasi Internasional (Source: Presentasi Mitra)
2. ARSITEKTUR ASON
Arsitektur ASON dibagi menjadi 3 bagian, yaitu:
a. Transport Plane
Transport Plane dikenal juga sebagai data plane, yang merepresentasikan pemanfaatan sumber daya jaringan untuk menyampaikan suatu informasi antar user. Transfer informasi tersebut dapat merupakan bi-directional atau unidirectional. Transport plane juga dapat melakukan fungsi transfer informasi untuk kontrol dan sistem manajemen. Transport plane direpresentasikan dengan suatu komponen jaringan yang meliputi: transport entitas dan fungsi transport. Komponen jaringan tersebut dapat berupa IP, ATM, SDH, atau OTN.
b. Control Plane
Control plane meliputi proses signaling, routing dan manajemen link. Signaling melakukan proses pembangunan, pemutusan dan memodifikasi koneksi. Selain itu signaling juga diperlukan untuk proses restorasi koneksi secara otomatis saat terjadi failure pada jaringan. Routing merupakan proses pemilihan rute yang akan dilalui dalam suatu jaringan. Dengan routing seluruh topologi jaringan akan terlihat jelas, sehingga pemilihan jalur routing yang efektif akan lebih mudah untuk dilakukan. Sedangkan manajemen link bertugas untuk melakukan verifikasi konektivitas link dan korelasi properti yang dimiliki tiap link. Control plane mendukung layanan koneksi melalui suatu proses provisioning otomatis antara end-to-end koneksi transport antar domain. Kemampuan control plane pada ASON berjalan secara otomatis sesuai dengan tingkat kepintaran dari jaringan yang dibangun.
c. Management Plane
Management plane melakukan fungsi manajemen jaringan pada transport plane dan control plane, dan sistem secara keseluruhan. Management plane inilah yang melakukan koordinasi dengan semua plane agar dapat bekerja dengan baik. Management plane juga melakukan fungsi FCAPS (Fault, Configuration, Accounting, Performance, Security) dalam mengatur interkoneksi tiap komponen pada control plane dan transport plane.
Pada gambar berikut terlihat semua komponen yang membentuk interkoneksi jaringan ASON. Arsitektur tersebut memperlihatkan switching pada koneksi dalam jaringan transport optik melalui signaling pada jaringan ASON.

Gambar 2. Arsitektur ASON pada jaringan optik
3. KEUNGGULAN ASON
Teknologi jaringan optik yang ada saat ini meskipun telah menawarkan berbagai kapasitas transmisi yang besar tetapi masih kurang fleksibel bila dibandingkan teknologi IP. Keterbatasan tersebut disebabkan karena sebagian besar proses operasi jaringan dilakukan secara manual atau melalui network management system yang kompleks dan lambat. Kekurangan utama pada jaringan optik saat ini yaitu:
* Provisioning jaringan yang cenderung manual
* Waktu provisioning yang lama
* Tidak efisien dalam utilisasi resource jaringan
* Kesulitan dalam kesinambungan pengoperasian antara jaringan packet-switched pada klien dan circuit-switched pada jaringan optik
* Kompleksitas network management
* Ketidaksinambungan dengan berbagai vendor yang berbeda
* Kurang handalnya sistem proteksi pada jaringan mesh
Dengan hadirnya ASON, beberapa keunggulan yang ditawarkan yaitu:
* Proses provisioning yang cepat
* Kemudahan dalam pengoperasian jaringan
* High availability, dengan kemampuan multiple protection
* High flexibility dalam penggunaan rute
* High scalability, tiap node bisa up-grade secara mandiri (tidak mempengaruhi node lain)
* Efisien dalam penggunaan bandwidth
* Biaya pemeliharaan yang rendah
* Mendukung beberapa macam Service Level Agreement (SLA)
Provisioning pada Optical Channel dalam beberapa menit atau bahkan dalam beberapa detik akan membuka jalan baru untuk pemanfaatan resource jaringan yang lebih baik. Resource dari jaringan optik dapat berhubungan secara otomatis dengan trafik data pada sisi pengguna.
Pada teknologi ASON, pemisahan control plane akan berpangaruh besar pada manajemen operasi jaringan. Koneksi dapat dibangun pada lingkungan multi-vendor dan multi-carrier yang berbeda tanpa bergantung pada management system dari mitra yang berbeda. Beberapa sistem akan melakukan proses routing secara otomatis tanpa membutuhkan update secara manual pada topologi jaringan. Proses ini akan memberikan skalabilitas yang semakin besar dalam skala global.
Teknologi ASON akan sangat berguna jika topologi jaringan backbone (core maupun metro) yang dibangun menggunakan tipe mesh (full/partial). Namun bukan berarti ASON tidak dapat digunakan pada jaringan eksisting yang sudah memiliki topologi ring. Dengan topologi mesh akan memungkinkan setiap node berhubungan secara langsung dengan node-node yang lain. Sehingga memiliki banyak alternatif rute yang bisa digunakan pada saat jaringan mengalami multiple fault.
ASON menggunakan sistem restoration atau protection dan kombinasi keduanya (PRC) sebagai fault handling-nya. Sedangkan Secara topologi, jaringan backbone saat ini masih banyak menggunakan topologi ring, dimana proses redundancy menggunakan sistem protection (SNCP/MS-SPRING). Dengan topologi ini maka tidak dimungkinkan jaringan tersebut memiliki multiple fault handling. Kondisi multiple fault handling diperlihatkan seperti pada gambar 3, dimana topologi mesh service akan tetap berjalan walaupun terdapat 3 (tiga) link yang rusak.

Gambar 3. Kemampuan upgrade jaringan pada topologi mesh
Dengan menggunakan ASON, proses upgrade dari jaringan akan lebih mudah untuk dilakukan. Pada gambar 3, terlihat bahwa jika menggunakan topologi ring, saat menginstall ring yang baru, maka akan membutuhkan upgrade pada seluruh node dalam ring tersebut. Sedangkan pada topologi mesh, saat menginstall satu link yang baru maka hanya ada dua buah node yang perlu diupgrade. Dengan kata lain, saat melakukan upgrade link baru tersebut, jaringan dapat tetap berjalan, tanpa mengganggu node lainnya.
Teknologi ASON juga menawarkan efisiensi bandwidth jaringan. Dapat dilihat pada gambar 4, bahwa bila menggunakan topologi ring ½ (50%) dari bandwidth dari tiap fiber harus dialokasikan sebagai back-up, sehingga hanya ½ (50%) dari bandwidth saja yang dapat digunakan. Sedangkan pada topologi mesh yang didukung oleh ASON, bila terdapat 4 link pada satu node, maka ¾ (75%) dari bandwidth jaringan dapat digunakan sebagai working channel, dan hanya ¼ bandwidth yang digunakan sebagai back-up.

Gambar 4. Efisiensi bandwidth pada topologi mesh
4. STRATEGI IMPLEMENTASI ASON
Implementasi ASON pada jaringan backbone, perlu dilakukan dengan cermat dan hati-hati dengan mempertimbangkan beberapa faktor termasuk maturity dari teknologi, kesiapan pemasok, serta melihat kondisi eksisting agar jaringan yang dibangun dapat optimal. Selain diimplementasikan pada jaringan backbone, ASON juga dapat diimplementasikan di jaringan Metro untuk transmisi regional, sejauh memang kebutuhan di sisi transport regional sudah sangat membutuhkan kapasitas besar.
Didalam implementasi ASON, perlu dipahami bahwa beberapa klarifikasi terhadap ASON yakni :
* ASON tidak sama dengan topologi mesh
* ASON tidak membutuhkan atau mengharuskan bahwa keseluruhan jaringan akan menggunakan topologi mesh.
* ASON bukan hanya cocok untuk topology full mesh akan tetapi juga cocok untuk kombinasi antara topologi mesh dengan ring, dimana derajat rata-rata untuk mesh dan ring ini tergantung kepada masing-masing vendor biasanya berkisar antara 2.3 sd 3.0 sudah memungkinkan untuk menggunakan ASON. Sebagai contoh salah satu vendor ASON yakni Huawei mensyaratkan derajat rata-rata >= 2.0.
a. Maturity
Saat ini sudah banyak pemasok di pasar global yang memiliki seri produk teknologi berbasis teknologi optik yang berperan sebagai solusi di jaringan backbone maupun jaringan regional. Teknologi ASON saat ini sudah tersedia di pasar. Operator-operator dunia sudah ada yang melakukan implementasi teknologi ini, seperti Beijing Telecom, Telemar Brazil dengan intelligent backbone, Hainan Telecom, Ristelecom-Rusia, Connex-Romania, Saudi Arabia, Flag Telecom, Telkomsel-Indonesia, dan operator lain.
b. Kesiapan Pemasok
Saat ini dapat dikatakan bahwa sudah cukup banyak vendor-vendor yang telah memproduksi ASON, termasuk vendor-vendor global yang telah memiliki reputasi baik di mata operator. Dominasi vendor yang memiliki produk ASON adalah berasal dari bidang Telekomunikasi.

Tabel 1. Contoh Pemasok Teknologi ASON
c. Roadmap
Perkembangan teknologi ASON akan mengikuti perkembangan teknologi DWDM, dalam hal ini menuju all optical networking infrastructure dilakukan dengan penerapan programable OADM (Optical Add Drop Multiplexer) yang memungkinkan implementasi jaringan optik yang berbasis ring (DWDM ring) serta penerapan teknologi OXC (Optical Cross Connect) yang memungkinkan diimplementasikannya jaringan optik yang lebih fleksibel seperti mesh network dan interconnected ring network.
d. Potensi Bisnis
Disamping itu juga ada dorongan skalabilitas dan peluang mendapatkan harga yang lebih murah untuk setiap kenaikan bandwidth yang dibutuhkan dibandingkan dengan teknologi lain. Gambaran tersebut diperlihatkan seperti pada gambar berikut dibawah ini.

Gambar 5. CAPEX efisiensi Metro WDM
Memperhatikan demikian beragamnya teknologi yang dapat diimplementasikan di area metro dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing, maka sangat perlu bagi operator untuk menentukan kebutuhannya, terutama dalam hal layanan yang akan dideliver dan kebutuhan akan provisioning dan variasi kualitas layanan yang akan diberikan kepada pelanggan. Setelah itu baru akan didapat gambaran tentang teknologi yang cocok untuk diimplementasikan berdasarkan kriteria yang telah dibuat. Masalah interoperability dengan jaringan eksisting merupakan satu hal lain yang perlu menjadi perhatian dalam pemilihan teknologi di metro.
4. BEBERAPA KENDALA DAN ALTERNATIF SOLUSI
Implementasi ASON ke jaringan transport eksisting, tentu saja tidak semudah membalikkan telapak tangan. Hal ini terkait sekali dengan kontinuitas layanan eksisting yang sedang digelar serta expand ke layanan baru yang akan digelar dengan diimplementasikannya ASON. Beberapa titik potensi terjadinya kendala di dalam implementasi ASON diantaranya:
* Integrasi sistem manajemen jaringan eksisting dengan sistem manajemen jaringan baru yang telah memiliki ASON, karena perbedaan pemasok antara keduanya.
* Interoperabilitas antara produk pemasok
Integrasi perangkat ASON dengan pemasok yang berbeda, dalam hal jika perusahaan menerapkan konsep multi vendor. Kondisi bisnis dan kebutuhan konektivitas akan mendorong operator-operator untuk melakukan integrasi jaringan pada batas-batas jaringan. Hal ini tentu akan memunculkan permasalah interoperabilitas diantara produk pemasok. Permasalahan interoperabilitas umumnya akan memerlukan waktu yang tidak sedikit dan tidak jarang bergulir menjadi permasalah yang kompleks.
* Kebijakan yang berbeda antar operator, dalam hal kontinuitas SLG (Service Level Guarantee) yang dijanjikan kepada pelanggan.
Setiap operator pada umumnya akan menerapkan kebijakan manajemen jaringan yang berbeda-beda pada jaringan transport-nya. Setiap operator juga kemungkinan besar akan mengimplementasikan produk dari mitra yang berbeda-beda.
Adapun alternatif solusi yang dapat diberikan dalam menghadapi kendala-kendala yang telah disebutkan di atas diantaranya :
* Tes antar produk dari berbagai pemasok, dapat berupa lab trial, test bed, field trial, dan lain sebagainya. Selain untuk memastikan interoperabilas dan interkoneksi antar perangkat dari pemasok yang berbeda, juga dapat dilakukan uji coba layanan yang akan digelar dengan adanya ASON seperti Optical VPN (Virtual Private Network), IPTV, Video Conference, dan lain sebagainya sehingga sebelum diluncurkan kepada pelanggan segala persiapan teknis telah dilakukan.
* Untuk tetap dapat memberikan SLG yang kontinu kepada pelanggan, meski melibatkan berbagai operator untuk mengirimkan layanan maka perlu dilakukan kerjasama yang jelas dan mengikat antar operator yang bermitra. Jika memungkinkan, akan lebih baik lagi jika dilakukan trial ataupun tes secara bersama antar operator yang akan menjadi mitra.
KESIMPULAN
1. Dengan hadirnya teknologi ASON, terdapat beberapa keunggulan yang ditawarkan antara lain proses provisioning yang cepat, efisien dalam penggunaan bandwidth, scalability tinggi dan availability tinggi dengan kemampuan multiple protection
2. Teknologi ASON muncul karena adanya permintaan pasar yang membutuhkan lalu lintas internet dengan kecepatan tinggi dan hal itu tercapai apabila memanfaatkan jaringan optik. Tetapi karena penggunaan jaringan optik maka jaringan yang dibutuhkan akan semakin komplek sehingga ASON digunakan untuk mengurangi kekomplekan jaringan tersebut.
3. Implementasi ASON pada jaringan backbone, perlu dilakukan dengan cermat dan hati-hati dengan mempertimbangkan beberapa faktor termasuk maturity dari teknologi, kesiapan pemasok, serta tahapan-tahapan migrasi dari kondisi eksisting agar kondisi yang diinginkan dapat tercapai. Selain diimplementasikan pada jaringan backbone, ASON juga dapat diimplementasikan di jaringan Metro untuk transmisi regional, sejauh memang kebutuhan disisi transport regional memang sudah sangat membutuhkan kapasitas besar.
4. Dengan munculnya ASON, maka terjadi beberapa perubahan yang cukup signifikan yaitu provisioning antar vendor dapat digunakan, memungkinkan bandwidth on demand, jaringan bersifat hierarki bahkan bisa lebih dari dua lapisan, adanya standar untuk overlay, peer, SPC model dan terdapat beberapa perubahan lainnya. Untuk dapat memberikan SLG yang kontinui kepada pelanggan yang melibatkan berbagai operator untuk mengirimkan layanan, maka disarankan untuk dilakukan kerjasama yang jelas dan mengikat antar operator yang bermitra.
Teknologi Metro Ethernet
Teknologi Metro Ethernet adalah teknologi yang baru
dikembangkan karena saat ini di luar negeri, sudah mulai dikembangkan
aplikasi-aplikasi yang membutuhkan bandwidth besar, seperti audio,
video streaming, online gaming, dan juga distance learning. Kebutuhan
36 Implementasi Metro Ethernet Network
yang lain adalah keinginan agar seluruh infrastruktur (jaringan/kabel) jadi
satu, sekarang ada banyak jaringan telepon, jaringan tv kabel, dan
jaringan data (untuk perusahaan) sehingga kelihatannya banyak kabel,
dengan adanya teknologi Metro Ethernet semuanya akan dijadikan satu
jaringan/satu kabel yaitu Ethernet tetapi memang teleponnya berbasis
VoIP (IP/Internet) lalu TV-nya via IP/Internet, tapi karena jaringannya
sudah mempunyai speed yg besar (10/100 Mbps) maka kualitasnya pasti
bagus. VoIP saat ini jelek karena speed / kecepatan jaringannya kecil
(di bawah 2 Mbps).
Untuk penerapannya di Jepang sudah pakai seperti di atas jadi
untuk Telepon dan Internet (Internet ini bukan dial up internet yang
lambat tapi internet yang sudah bisa nonton TV dengan speed yang
besar) menggunakan satu kabel dan teknologi yaitu Metro Ethernet.
Metro Ethernet menggunakan protokol atau teknologi yang sama
persis dengan Ethernet/Fast Ethernet pada LAN tetapi ada penambahan
beberapa fungsi sehingga dapat digunakan untuk menghubungkan dua
lokasi ( dua LAN) dengan jarak yang puluhan bahkan ratusan kilometer.
Sebenarnya Metro Ethrnet adalah jenis Broadband Wired (Kabel
Broadband) karena speed/kecepatan/bandwidth-nya sudah besar yaitu
10/100 Mbps, bahkan ada yang 1/10 Gigabps.
dikembangkan karena saat ini di luar negeri, sudah mulai dikembangkan
aplikasi-aplikasi yang membutuhkan bandwidth besar, seperti audio,
video streaming, online gaming, dan juga distance learning. Kebutuhan
36 Implementasi Metro Ethernet Network
yang lain adalah keinginan agar seluruh infrastruktur (jaringan/kabel) jadi
satu, sekarang ada banyak jaringan telepon, jaringan tv kabel, dan
jaringan data (untuk perusahaan) sehingga kelihatannya banyak kabel,
dengan adanya teknologi Metro Ethernet semuanya akan dijadikan satu
jaringan/satu kabel yaitu Ethernet tetapi memang teleponnya berbasis
VoIP (IP/Internet) lalu TV-nya via IP/Internet, tapi karena jaringannya
sudah mempunyai speed yg besar (10/100 Mbps) maka kualitasnya pasti
bagus. VoIP saat ini jelek karena speed / kecepatan jaringannya kecil
(di bawah 2 Mbps).
Untuk penerapannya di Jepang sudah pakai seperti di atas jadi
untuk Telepon dan Internet (Internet ini bukan dial up internet yang
lambat tapi internet yang sudah bisa nonton TV dengan speed yang
besar) menggunakan satu kabel dan teknologi yaitu Metro Ethernet.
Metro Ethernet menggunakan protokol atau teknologi yang sama
persis dengan Ethernet/Fast Ethernet pada LAN tetapi ada penambahan
beberapa fungsi sehingga dapat digunakan untuk menghubungkan dua
lokasi ( dua LAN) dengan jarak yang puluhan bahkan ratusan kilometer.
Sebenarnya Metro Ethrnet adalah jenis Broadband Wired (Kabel
Broadband) karena speed/kecepatan/bandwidth-nya sudah besar yaitu
10/100 Mbps, bahkan ada yang 1/10 Gigabps.
Metro Ethernet
4.1. Macam-Macam Network
Dalam membangun suatu koneksi data antara sebuah komputer
dengan yang lainnya, atau antara sebuah terminal dengan komputer ada
dua buah konsep dalam jaringannya. Konsep itu adalah :
1. Circuit Switched
2. Packet Switched Network
Dalam koneksi internet, dibedakan berbagai macam koneksi.
Adapun perbedaan ini berdasarkan luasnya daerah kerja yang
digunakan pada internet tersebut. Adapun penggolongan ini adalah :
1. WAN (Wide Area Network)
2. MAN (Metropolitan Area Network)
3. LAN (Local Area Network)
4.2. Definisi Metro Ethernet
Jaringan Metro Ethernet umumnya didefinisikan sebagai bridge
dari suatu jaringan atau menghubungkan wilayah yang terpisah bisa juga
40 Implementasi Metro Ethernet Network
menghubungkan LAN dengan WAN atau backbone network yang
umumnya dimiliki oleh service provider (Prashant Gandhi and Bob
Klessig, 2003). Jaringan Metro Ethernet menyediakan layanan-layanan
menggunakan Ethernet sebagai core protocol dan aplikasi broadband.
Metro Ethernet sebenarnya sama dengan Ethernet atau Fast
Ethernet pada LAN (Local Area Network) tetapi perbedaannya adalah
LAN hanya pada satu gedung sedangkan Metro Ethernet ini adalah
untuk menghubungkan dua LAN pada gedung yang berbeda. Sehingga
Metro Ethernet dapat digabungkan menjadi kelompok WAN walaupun
pada mulanya adalah teknologi LAN.
4.3. Alasan Penggunaan Ethernet
Pelayanan Metro Ethernet sekarang menawarkan dengan
cakupan (jarak) jauh dari penyedia jasa. Beberapa penyedia jasa telah
memperluas pelayanan Ethernet melebihi area metropolitan dan
melintasi area yang luas. Seribu pelanggan telah siap menggunakan
pelayanan Ethernet dan jumlah mereka meningkat dengan cepat.
Pelanggan ini telah tertarik oleh keuntungan dari pelayanan Ethernet,
termasuk:
• Kesenangan dari penggunaan
• Hemat biaya/efektifitas harga
• Fleksibelitas (sifat lentur)
Kesenangan dari penggunaan
Pelayanan Ethernet disajikan sesuai standar, kemampuan yang luas,
dan pemahaman interface Ethernet yang baik. Hampir semua peralatan
jaringan (networking) dan koneksi (sambungan) host (server) kepada
jaringan menggunakan Ethernet sehingga penggunaan pelayanan
Ethernet untuk penyambungan (koneksi) seperti alat (peralatan)
Implementasi Metro Ethernet Network 41
mempermudah operasi jaringan, administrasi, manajemen dan
provisioning (OAM & P).
Efektifitas harga (hemat biaya)
Pelayanan Ethernet dapat mengurangi pengeluaran modal pelanggan
dan mengurangi biaya operasi dalam dua cara:
• pertama, dalam kaitan dengan pemakaian yang lebar nya dalam
hampir semua produk jaringan, interface ethernet itu sendiri
tidaklah terlalu mahal
• kedua, banyak pelayanan Ethernet mengijinkan pelanggan untuk
menambah bandwith lebih incremental, dalam 1 Mbps, ini
mengijinkan pelanggan untuk menambah bandwith seperti
kebutuhan sehingga mereka membayar untuk yang mereka
butuhkan saja.
Fleksibel (lentur/elastis)
Banyak pelayanan Ethernet mengijinkan pelanggan untuk jaringan bisnis
mereka dengan cara mereka sehingga akan lebih sulit (rumit) atau tidak
mungkin dengan pelayanan alternatif. Sebagai contoh, pelayanan
interface Ethernet tunggal dapat menyambung beberapa lokasi
perusahaan untuk internet mereka (VPNs) dan menyediakan sebuah
sambungan internet berkecepatan tinggi kepada penyedia jasa internet.
Dengan mengatur pelayanan Ethernet, pelanggan juga dapat untuk
menambah atau mengubah bandwidth dalam menit malahan dalam hari
atau mingguan ketika menggunakan akses pelayanan jaringan. Biasanya
perubahan ini tidak memerlukan / membutuhkan pelanggan untuk
pembelian peralatan baru dan menyelaraskan kunjungan dengan teknisi
jasa pelayanan.
42 Implementasi Metro Ethernet Network
Teknologi Ethernet memungkinkan WAN connectivity pada
bandwidth yang jauh lebih tinggi (e.g., pada 1 Gb/s) dibanding yang
ditawarkan oleh teknologi WAN yang tradisional.
Kelebihan dari Metro Ethernet ini adalah :
1. Memberikan pelayanan ke pelanggan serta mendukung aplikasiaplikasi
yang membutuhkan speed/kecepatan/bandwidth yang besar.
2. Terdapat beberapa type pelanggan yang tidak perlu menggunakan
router, sehingga efisien untuk penggunaan perangkat.
3. Sudah sangat umum digunakan sehingga teknologi atau aspek
teknisnya dapat dimengerti oleh semua orang.
Dalam membangun suatu koneksi data antara sebuah komputer
dengan yang lainnya, atau antara sebuah terminal dengan komputer ada
dua buah konsep dalam jaringannya. Konsep itu adalah :
1. Circuit Switched
2. Packet Switched Network
Dalam koneksi internet, dibedakan berbagai macam koneksi.
Adapun perbedaan ini berdasarkan luasnya daerah kerja yang
digunakan pada internet tersebut. Adapun penggolongan ini adalah :
1. WAN (Wide Area Network)
2. MAN (Metropolitan Area Network)
3. LAN (Local Area Network)
4.2. Definisi Metro Ethernet
Jaringan Metro Ethernet umumnya didefinisikan sebagai bridge
dari suatu jaringan atau menghubungkan wilayah yang terpisah bisa juga
40 Implementasi Metro Ethernet Network
menghubungkan LAN dengan WAN atau backbone network yang
umumnya dimiliki oleh service provider (Prashant Gandhi and Bob
Klessig, 2003). Jaringan Metro Ethernet menyediakan layanan-layanan
menggunakan Ethernet sebagai core protocol dan aplikasi broadband.
Metro Ethernet sebenarnya sama dengan Ethernet atau Fast
Ethernet pada LAN (Local Area Network) tetapi perbedaannya adalah
LAN hanya pada satu gedung sedangkan Metro Ethernet ini adalah
untuk menghubungkan dua LAN pada gedung yang berbeda. Sehingga
Metro Ethernet dapat digabungkan menjadi kelompok WAN walaupun
pada mulanya adalah teknologi LAN.
4.3. Alasan Penggunaan Ethernet
Pelayanan Metro Ethernet sekarang menawarkan dengan
cakupan (jarak) jauh dari penyedia jasa. Beberapa penyedia jasa telah
memperluas pelayanan Ethernet melebihi area metropolitan dan
melintasi area yang luas. Seribu pelanggan telah siap menggunakan
pelayanan Ethernet dan jumlah mereka meningkat dengan cepat.
Pelanggan ini telah tertarik oleh keuntungan dari pelayanan Ethernet,
termasuk:
• Kesenangan dari penggunaan
• Hemat biaya/efektifitas harga
• Fleksibelitas (sifat lentur)
Kesenangan dari penggunaan
Pelayanan Ethernet disajikan sesuai standar, kemampuan yang luas,
dan pemahaman interface Ethernet yang baik. Hampir semua peralatan
jaringan (networking) dan koneksi (sambungan) host (server) kepada
jaringan menggunakan Ethernet sehingga penggunaan pelayanan
Ethernet untuk penyambungan (koneksi) seperti alat (peralatan)
Implementasi Metro Ethernet Network 41
mempermudah operasi jaringan, administrasi, manajemen dan
provisioning (OAM & P).
Efektifitas harga (hemat biaya)
Pelayanan Ethernet dapat mengurangi pengeluaran modal pelanggan
dan mengurangi biaya operasi dalam dua cara:
• pertama, dalam kaitan dengan pemakaian yang lebar nya dalam
hampir semua produk jaringan, interface ethernet itu sendiri
tidaklah terlalu mahal
• kedua, banyak pelayanan Ethernet mengijinkan pelanggan untuk
menambah bandwith lebih incremental, dalam 1 Mbps, ini
mengijinkan pelanggan untuk menambah bandwith seperti
kebutuhan sehingga mereka membayar untuk yang mereka
butuhkan saja.
Fleksibel (lentur/elastis)
Banyak pelayanan Ethernet mengijinkan pelanggan untuk jaringan bisnis
mereka dengan cara mereka sehingga akan lebih sulit (rumit) atau tidak
mungkin dengan pelayanan alternatif. Sebagai contoh, pelayanan
interface Ethernet tunggal dapat menyambung beberapa lokasi
perusahaan untuk internet mereka (VPNs) dan menyediakan sebuah
sambungan internet berkecepatan tinggi kepada penyedia jasa internet.
Dengan mengatur pelayanan Ethernet, pelanggan juga dapat untuk
menambah atau mengubah bandwidth dalam menit malahan dalam hari
atau mingguan ketika menggunakan akses pelayanan jaringan. Biasanya
perubahan ini tidak memerlukan / membutuhkan pelanggan untuk
pembelian peralatan baru dan menyelaraskan kunjungan dengan teknisi
jasa pelayanan.
42 Implementasi Metro Ethernet Network
Teknologi Ethernet memungkinkan WAN connectivity pada
bandwidth yang jauh lebih tinggi (e.g., pada 1 Gb/s) dibanding yang
ditawarkan oleh teknologi WAN yang tradisional.
Kelebihan dari Metro Ethernet ini adalah :
1. Memberikan pelayanan ke pelanggan serta mendukung aplikasiaplikasi
yang membutuhkan speed/kecepatan/bandwidth yang besar.
2. Terdapat beberapa type pelanggan yang tidak perlu menggunakan
router, sehingga efisien untuk penggunaan perangkat.
3. Sudah sangat umum digunakan sehingga teknologi atau aspek
teknisnya dapat dimengerti oleh semua orang.
Metro Ethernet ( METRO-E) Telkom Indonesia
1. Apa yang dimaksud Metro Ethernet ?
Layanan high capacity data network solution berbasis IP/Ethernet yang memberikan flexibility, simplicity dan efektiveness serta QoS bagi pelanggan business dan residential. Produk TELKOM Metro diposisikan sebagai Produk Customized Bandwith Solution for Metro Area. Hal ini menunjukkan bahwa produk ini memiliki cakupan yang terbatas namun memiliki fleksibilitas dalam pemberian bandwith dan QOS kepada pelanggan.
2. Apa saja jenis layanan Metro Ethernet ?
Layanan Metro Ethernet Telkom berdasarkan lokasi cabang dibagi menjadi beberapa macam yaitu :
· Layanan metro Inter City (layanan MetroLink yang titik-titk koneksinya berada pada area Intra Metro yang berbeda )
· Layanan metro Inner City (layanan MetroLink yang semua titik koneksi berada pada kota yang sama)
· Layanan metro Intra City (layanan MetroLink yang dicatu oleh node-node Metro Ethernet yang terhubung dalam satu ring sesuai dengan konfigurasi penggelaran infrastruktur Metro Ethernet TELKOM)
Selain itu Metro dibedakan berdasarkan type koneksinya yaitu :
· Point to Point
· Point to Multipoint
· Multipoint to Multipoint
3. Apakah Multipoint to Multipoint (MP2MP) bisa untuk antar kota diseluruh Indonesia ?
Tidak bisa. Multipoint to multipoint hanya bisa untuk daerah yang berada di dalam satu ring konfigurasi metro. Misalnya Solo dan Purwokerto (jawa tengah) dengan balikpapan (kalimantan) tidak bisa MP2MP. Tetapi kalau Solo, Purwokerto dan Kudus bisa MP2MP.
FEATURE
1. Security
o Kemampuan melakukan secure console acces (SSH2).
o Kemampuan melakukan blocking TCP/UDP port yang vurnerable
o Kemampuan untuk melakukan blocking IP Address.
o Kemampuan untuk melakukan blocking MAC Address.
o Kemampuan untuk melakukan blocking VLAN ID.
2. Network Management System
3. Manajemen VLAN
Keuntungan Metro Ethernet
Dari berbagai macam sumber ataupun website, banyak sekali keuntungan yang di dapat dari teknologi Metro Ethernet Network baik dari pihak penyedia jasa layanan atau services provider ataupun para penggunanya. Berikut manfaat yang diperoleh oleh penyedia dan para pengguna jaringan Metro Ethernet ini:
a. Nilai ekonomis yang tinggi
Dalam implementasinya, teknologi Metro Ethernet ini sudah lama dikenal oleh masyarakat luar sebagai salah satu teknologi yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi atau murah, bahkan dalam maintenance dan pengembangannya. Dengan teknologi Metro Ethernet para penyedia jasa layanan dan para pengguna dapat mengurangi biaya invertasi dan biaya operasional.
Beberapa alasan yang menyebabkan teknologi Metro Ethernet mempunyai nilai ekonomis yang tinggi, yaitu:
- Penggunaannya yang luas, bahkan hampir semua perangkat jaringan menggunakan teknologi ini, sehingga harga perangkat berbasis teknologi Metro Ethernet ini sangat bersaing di pasaran. Para pengguna dapat bebas memilih perangkat yang sesuai dengan dana dan juga kebutuhan pengguna.
- Pelayanan Metro Ethernet murah dan bahkan bisa dikatakan lebih murah daripada servis teknologi WAN yang sekarang ada seperti harga perangkat penyedia jasanya yang relatif murah dan juga maintenancenya yang tidak sulit dan memakan biaya banyak. Biasanya untuk menyelenggarakan jasa Ethernet service, pengguna tidak membutuhkan sebuah perangkat multiplexer yang mahal atau perangkat router yang canggih.
- Fleksibilitas juga merupakan salah satu faktor mengapa Metro Ethernet sangat menguntungkan baik untuk digunakan oleh end user maupun untuk dijual kembali oleh penyedia jasa. Dengan menggunakan pelayanan Ethernet yang disediakan oleh teknologi jaringan Metro Ethernet, para penyedia jasa dapat lebih leluasa membuat produk-produk servis untuk dijual ke pengguna. Dan dari sisi pengguna hal ini juga sangat menguntungkan karena mereka disuguhkan dengan banyak pilihan sehingga mereka bisa memilih mana yang paling cocok dan efisien bagi mereka.
b. Kesenangan penggunanya
Teknologi komunikasi data jenis ini memang telah merambah kemana-mana penggunaannya, sehingga telah dikenal secara luas dan banyak yang sudah familiar dengan sifat, kekurangan dan kelebihannya. Perangkat-perangkat pendukungnya pun tidak perlu dipertanyakan lagi keberadaannya, sebab kini hampir semua perangkat komunikasi data, khususnya untuk keperluan LAN, MAN dan juga WAN yang sederhana pasti menggunakan interface Ethernet. Bahkan beberapa perangkat rumah tangga yang tergolong perangkat canggih juga dilegkapi dengan interface ini untuk berinteraksi dengan komputer. Selain tiu Operation, Administration, Maintenance, dan Provisioning (OAM&P) dari teknologi ini juga sudah tidak asing lagi bagi para penyedia jasanya, seperti halnya melakukan OAM&P pada jaringan lokal saja.
Keunggulan layanan dengan Metro Ethernet:
1. Tingkat kehandalan tinggi dengan dukungan sitem transmisi Fiber Optic dan network yang handal
2. Keberagaman protokol aplikasi dan jenis aplikasi dengan penggunaan teknologi clear channel
3. Tingkat keamanan yang tinggi karena merupakan jaringan private
4. Jaminan bandwidth karena dalam jaringan private
a. Nilai ekonomis yang tinggi
Dalam implementasinya, teknologi Metro Ethernet ini sudah lama dikenal oleh masyarakat luar sebagai salah satu teknologi yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi atau murah, bahkan dalam maintenance dan pengembangannya. Dengan teknologi Metro Ethernet para penyedia jasa layanan dan para pengguna dapat mengurangi biaya invertasi dan biaya operasional.
Beberapa alasan yang menyebabkan teknologi Metro Ethernet mempunyai nilai ekonomis yang tinggi, yaitu:
- Penggunaannya yang luas, bahkan hampir semua perangkat jaringan menggunakan teknologi ini, sehingga harga perangkat berbasis teknologi Metro Ethernet ini sangat bersaing di pasaran. Para pengguna dapat bebas memilih perangkat yang sesuai dengan dana dan juga kebutuhan pengguna.
- Pelayanan Metro Ethernet murah dan bahkan bisa dikatakan lebih murah daripada servis teknologi WAN yang sekarang ada seperti harga perangkat penyedia jasanya yang relatif murah dan juga maintenancenya yang tidak sulit dan memakan biaya banyak. Biasanya untuk menyelenggarakan jasa Ethernet service, pengguna tidak membutuhkan sebuah perangkat multiplexer yang mahal atau perangkat router yang canggih.
- Fleksibilitas juga merupakan salah satu faktor mengapa Metro Ethernet sangat menguntungkan baik untuk digunakan oleh end user maupun untuk dijual kembali oleh penyedia jasa. Dengan menggunakan pelayanan Ethernet yang disediakan oleh teknologi jaringan Metro Ethernet, para penyedia jasa dapat lebih leluasa membuat produk-produk servis untuk dijual ke pengguna. Dan dari sisi pengguna hal ini juga sangat menguntungkan karena mereka disuguhkan dengan banyak pilihan sehingga mereka bisa memilih mana yang paling cocok dan efisien bagi mereka.
b. Kesenangan penggunanya
Teknologi komunikasi data jenis ini memang telah merambah kemana-mana penggunaannya, sehingga telah dikenal secara luas dan banyak yang sudah familiar dengan sifat, kekurangan dan kelebihannya. Perangkat-perangkat pendukungnya pun tidak perlu dipertanyakan lagi keberadaannya, sebab kini hampir semua perangkat komunikasi data, khususnya untuk keperluan LAN, MAN dan juga WAN yang sederhana pasti menggunakan interface Ethernet. Bahkan beberapa perangkat rumah tangga yang tergolong perangkat canggih juga dilegkapi dengan interface ini untuk berinteraksi dengan komputer. Selain tiu Operation, Administration, Maintenance, dan Provisioning (OAM&P) dari teknologi ini juga sudah tidak asing lagi bagi para penyedia jasanya, seperti halnya melakukan OAM&P pada jaringan lokal saja.
Keunggulan layanan dengan Metro Ethernet:
1. Tingkat kehandalan tinggi dengan dukungan sitem transmisi Fiber Optic dan network yang handal
2. Keberagaman protokol aplikasi dan jenis aplikasi dengan penggunaan teknologi clear channel
3. Tingkat keamanan yang tinggi karena merupakan jaringan private
4. Jaminan bandwidth karena dalam jaringan private
Konfigurasi Metro Ethernet Pada Jaringan Speedy
Pada jaringan layanan internet speedy, Metro-E dijadikan sebagai jaringan atau perangkat uplink dari DSLAM. Perangkat-perangkat DSLAM yang berperan sebagai multiplekser data dari CPE (Customer Permises Equipment), digabungkan pada jalur data yang lebih lebar yakni Metro-E. Seperti pembahasan sebelumnya, Metro-E memiliki bandwidth hingga 10Gbps/core, artinya peran untuk menyokong jaringan speedy untuk sebuah wilayah perkotaan (Metropolitan) bukanlah beban yang berarti. Dengan kemampuan dan kehandalan seperti itu perangkat Metro-E bahkan tidak perlu memakan banyak space atau ruang, berbeda halnya apabila perangkat transport yang digunakan masih berbasis SDH.
Gambar Perangkat Metro-E
Perangkat Metro-E ditempatkan pada setiap STO (Sentral) dan saling terhubung dengan topologi Ring (melingkar). DSLAM yang berada di bagian sentral maupun yang berada di bagian Remote dihubungkan dengan perangkat Metro menggunakan Patch cord melalui terminasi OTB. Prinsip koneksi fisik antara DSLAM dan Metro-E dapat dilakukan secara langsung (DSLAM <-->Metro-E) atau pun melalui perantara Agregator (DSLAM<-->Agregator<-->Metro-E).
Agregator adalah perangkat berupa switch yang fungsinya meng-agregasi (menggabungkan) koneksi beberapa DSLAM sebelum masuk ke Port Metro-E. Penggunaan Agregator dilakukan apabila DSLAM terlampau banyak dan khawatir apabila port koneksi Metro-E tidak mencukupi. Namun pada kenyataannya di lapangan, agregator jarang digunakan karena port interface yang dimiliki Metro-E sudah sangat memadai atau cukup banyak. Sebagai contoh pada Jaringan Metro Akses Semarang, agregator hanya digunakan pada satu lokasi STO yaitu STO Ungaran.
Gambar Konfigurasi Metro-E pada jaringan speedy
DSLAM berbasis IP seperti yang tertera pada gambar di atas memiliki peran memisahkan (filter) antara layanan suara dan data. Layanan suara masuk ke perangkat TDM (Time Division Multiplexing), sementara layanan data masuk ke Metro-E. Berbeda dengan DSLAM model lama yang berbasis ATM (Asynchronous Transfer Mode), data yang ditransmisikan dengan transport SDH (STM-4) bersamaan dengan suara dipisah di bagian sentral dan konversi dengan modul IPUL (IP UpLoad) sebelum masuk ke Metro-E. Mekanisme demikian memang harus dilakukan mengingat Metro-E merupakan perangkat yang menggunakan teknologi IP.
Mengapa Metro-E disusun dengan topologi Ring? Secara logika, pertanyaan ini dapat dijawab demikian: ”Apabila satu perangkat Metro-E yang berada pada topologi mengalami down, maka koneksi tidak akan putus begitu saja karena data dapat dilewatkan pada jalur lainnya.” Alasan tersebut adalah logika yang menyangkut dari segi proteksi. Lebih rincinya, keunggulan penggunaan topologi ring ini didasari oleh hal-hal berikut:
• Network Delay
Network delay dalam konteks ini adalah delay protection and recovery dan minimum maksimum transport delay di dalam network yang berbeda. Topologi dan ukuran network termasuk jumlah trafik mempunyai dampak yang besar dalam delay network. Perbandingan delay dari berbagai aspek dapat dilihat dalam tabel berikut: (RPR=Risilient Packet Ring)
(Source : VTT Technical Research Center of Finlad)
Tabel Perbandingan Network Delay
Resilient Packet Ring (RPR) adalah protokol Media Access Control (MAC) yang didesain untuk melakukan optimalisasi pengelolaan bandwidth dan memfasilitasi penggelaran layanan data melalui network ring. RPR beroperasi di atas teknologi transport seperti GbE atau SDH. RPR menyediakan proteksi (dibawah 50ms) dengan dua methoda yang berbeda, steering dan wrapping. RPR node dapat memilih paket yang dialamatkan kepada RPR dari ring dengan fungsi DROP, dan dapat melakukan insert data ke dalam ring dengan ADD function. RPR menjawab persyaratan Quality of Service (QoS) dengan tiga tingkatan QoS. Paket yang dikirimkan melalui ring diberi label dengan prioritas High, Medium atau Low.
• Throughput
Dalam kontek ini throughput berarti jumlah data yang dapat dikirim oleh aplikasi tanpa menghitung transport frames dan network management messages. Jumlah overhead dan control bervariasi tergantung dari teknologi yang digunakan, dan biasanya maksimal 15 persen tergantung pada ukuran paket data.
Ketika membandingkan teknologi transpor yang berbeda, yang perlu diingat bahwa line rate tidak harus sama dengan transfer speed atau bandwidth dari teknologi.
(Source : VTT Technical Research Center of Finlad)
Tabel Perbandingan Throughput
Network Management menyediakan beberapa trafik ekstra, khususnya dalam kondisi gangguan. Namun demikian dalam kondisi trafik normal, network management tidak mempunyai dampak yang signifikan terhadap nilai throughput.
• Proteksi
Kemampuan proteksi dari suatu teknologi sangat penting dan tergantung pada topologi jaringan yang digunakan. Seperti yang di bahas sebelumnya, topologi ring memberikan proteksi yang memang tidak terlalu handal namun harganya murah.
(Source : VTT Technical Research Center of Finlad)
Tabel Perbandingan Proteksi
• Pembangunan
Komponen biaya jaringan bagi operator adalah biaya pembangunan dan pemeliharaan. Untuk network yang telah lama, saat ini operator dihadapkan pada masalah yaitu melakukan upgrade atau tetap memelihara jaringan yang telah ada, dan kedua-duanya membawa konsekuensi masing-masing. Operator lama dengan network lama dan pendatang baru yang tentunya tanpa dibebani network lama tentunya mempunyai skenario yang berbeda untuk menghemat biaya.
Bagian paling mahal dalam membangun jaringan adalah penggelaran fiber, khususnya apabila diperlukan dug untuk melindung fiber. Dan akan banyak uang yang dihemat apabila link fiber sudah tergelar. Dalam kasus perbandingan biaya ini dianggap menggunakan link network yang sudah tergelar.
(Source : VTT Technical Research Center of Finlad)
Tabel Perbandingan Biaya Pembangunan
Secara umum perbandingan cost dapat dilihat dalam tabel diatas, dan bagaimanapun juga pembangunan sangat tergantung dengan kondisi existing dan tidak bisa di generalisir.
• Kemampuan Update
Salah satu faktor penting yang perlu dipertimbangkan ketika membangun network adalah kemampuan update di masa yang akan datang. Requirement network terus bertambah dan itu membuat jaringan yang telah kita bangun dalam waktu yang tidak lama akan kelihatan tua dan perlu segera diupdate. Isu utama biaya update adalah seberapa banyak infrastruktur lama masih dapat dipakai.
Satu lagi yang perlu diperhatikan adalah karakteristi dari update itu sendiri, apakah hanya menambah kemampuan bandwidth atau memang menawarkan fitur baru. Mengacu pada hal tersebut semua teknologi yang dibahas menawarkan kemampuan update dimasa depan. Dan saat ini perangkat GbE memiliki kemampuan update yang lebih mudah dan murah dibandingkan dengan teknologi yang lain.
(Source : VTT Technical Research Center of Finlad)
Tabel Perbandingan Kemudahan Update
Gambar Perangkat Metro-E
Perangkat Metro-E ditempatkan pada setiap STO (Sentral) dan saling terhubung dengan topologi Ring (melingkar). DSLAM yang berada di bagian sentral maupun yang berada di bagian Remote dihubungkan dengan perangkat Metro menggunakan Patch cord melalui terminasi OTB. Prinsip koneksi fisik antara DSLAM dan Metro-E dapat dilakukan secara langsung (DSLAM <-->Metro-E) atau pun melalui perantara Agregator (DSLAM<-->Agregator<-->Metro-E).
Agregator adalah perangkat berupa switch yang fungsinya meng-agregasi (menggabungkan) koneksi beberapa DSLAM sebelum masuk ke Port Metro-E. Penggunaan Agregator dilakukan apabila DSLAM terlampau banyak dan khawatir apabila port koneksi Metro-E tidak mencukupi. Namun pada kenyataannya di lapangan, agregator jarang digunakan karena port interface yang dimiliki Metro-E sudah sangat memadai atau cukup banyak. Sebagai contoh pada Jaringan Metro Akses Semarang, agregator hanya digunakan pada satu lokasi STO yaitu STO Ungaran.
Gambar Konfigurasi Metro-E pada jaringan speedy
DSLAM berbasis IP seperti yang tertera pada gambar di atas memiliki peran memisahkan (filter) antara layanan suara dan data. Layanan suara masuk ke perangkat TDM (Time Division Multiplexing), sementara layanan data masuk ke Metro-E. Berbeda dengan DSLAM model lama yang berbasis ATM (Asynchronous Transfer Mode), data yang ditransmisikan dengan transport SDH (STM-4) bersamaan dengan suara dipisah di bagian sentral dan konversi dengan modul IPUL (IP UpLoad) sebelum masuk ke Metro-E. Mekanisme demikian memang harus dilakukan mengingat Metro-E merupakan perangkat yang menggunakan teknologi IP.
Mengapa Metro-E disusun dengan topologi Ring? Secara logika, pertanyaan ini dapat dijawab demikian: ”Apabila satu perangkat Metro-E yang berada pada topologi mengalami down, maka koneksi tidak akan putus begitu saja karena data dapat dilewatkan pada jalur lainnya.” Alasan tersebut adalah logika yang menyangkut dari segi proteksi. Lebih rincinya, keunggulan penggunaan topologi ring ini didasari oleh hal-hal berikut:
• Network Delay
Network delay dalam konteks ini adalah delay protection and recovery dan minimum maksimum transport delay di dalam network yang berbeda. Topologi dan ukuran network termasuk jumlah trafik mempunyai dampak yang besar dalam delay network. Perbandingan delay dari berbagai aspek dapat dilihat dalam tabel berikut: (RPR=Risilient Packet Ring)
(Source : VTT Technical Research Center of Finlad)
Tabel Perbandingan Network Delay
Resilient Packet Ring (RPR) adalah protokol Media Access Control (MAC) yang didesain untuk melakukan optimalisasi pengelolaan bandwidth dan memfasilitasi penggelaran layanan data melalui network ring. RPR beroperasi di atas teknologi transport seperti GbE atau SDH. RPR menyediakan proteksi (dibawah 50ms) dengan dua methoda yang berbeda, steering dan wrapping. RPR node dapat memilih paket yang dialamatkan kepada RPR dari ring dengan fungsi DROP, dan dapat melakukan insert data ke dalam ring dengan ADD function. RPR menjawab persyaratan Quality of Service (QoS) dengan tiga tingkatan QoS. Paket yang dikirimkan melalui ring diberi label dengan prioritas High, Medium atau Low.
• Throughput
Dalam kontek ini throughput berarti jumlah data yang dapat dikirim oleh aplikasi tanpa menghitung transport frames dan network management messages. Jumlah overhead dan control bervariasi tergantung dari teknologi yang digunakan, dan biasanya maksimal 15 persen tergantung pada ukuran paket data.
Ketika membandingkan teknologi transpor yang berbeda, yang perlu diingat bahwa line rate tidak harus sama dengan transfer speed atau bandwidth dari teknologi.
(Source : VTT Technical Research Center of Finlad)
Tabel Perbandingan Throughput
Network Management menyediakan beberapa trafik ekstra, khususnya dalam kondisi gangguan. Namun demikian dalam kondisi trafik normal, network management tidak mempunyai dampak yang signifikan terhadap nilai throughput.
• Proteksi
Kemampuan proteksi dari suatu teknologi sangat penting dan tergantung pada topologi jaringan yang digunakan. Seperti yang di bahas sebelumnya, topologi ring memberikan proteksi yang memang tidak terlalu handal namun harganya murah.
(Source : VTT Technical Research Center of Finlad)
Tabel Perbandingan Proteksi
• Pembangunan
Komponen biaya jaringan bagi operator adalah biaya pembangunan dan pemeliharaan. Untuk network yang telah lama, saat ini operator dihadapkan pada masalah yaitu melakukan upgrade atau tetap memelihara jaringan yang telah ada, dan kedua-duanya membawa konsekuensi masing-masing. Operator lama dengan network lama dan pendatang baru yang tentunya tanpa dibebani network lama tentunya mempunyai skenario yang berbeda untuk menghemat biaya.
Bagian paling mahal dalam membangun jaringan adalah penggelaran fiber, khususnya apabila diperlukan dug untuk melindung fiber. Dan akan banyak uang yang dihemat apabila link fiber sudah tergelar. Dalam kasus perbandingan biaya ini dianggap menggunakan link network yang sudah tergelar.
(Source : VTT Technical Research Center of Finlad)
Tabel Perbandingan Biaya Pembangunan
Secara umum perbandingan cost dapat dilihat dalam tabel diatas, dan bagaimanapun juga pembangunan sangat tergantung dengan kondisi existing dan tidak bisa di generalisir.
• Kemampuan Update
Salah satu faktor penting yang perlu dipertimbangkan ketika membangun network adalah kemampuan update di masa yang akan datang. Requirement network terus bertambah dan itu membuat jaringan yang telah kita bangun dalam waktu yang tidak lama akan kelihatan tua dan perlu segera diupdate. Isu utama biaya update adalah seberapa banyak infrastruktur lama masih dapat dipakai.
Satu lagi yang perlu diperhatikan adalah karakteristi dari update itu sendiri, apakah hanya menambah kemampuan bandwidth atau memang menawarkan fitur baru. Mengacu pada hal tersebut semua teknologi yang dibahas menawarkan kemampuan update dimasa depan. Dan saat ini perangkat GbE memiliki kemampuan update yang lebih mudah dan murah dibandingkan dengan teknologi yang lain.
(Source : VTT Technical Research Center of Finlad)
Tabel Perbandingan Kemudahan Update
Cara Kerja Metro Ethernet
Metro ethernet merupakan sebuah teknologi jaringan yang menggunakan metode transmisi Baseband yang mengirim sinyalnya secara serial 1 bit pada satu waktu. Metro Ethernet beroperasi dalam modus half-duplex, yang berarti setiap station dapat menerima atau mengirim data tapi tidak dapat melakukan keduanya secara sekaligus.
Metro Ethernet menggunakan metode kontrol akses media Carrier Sense Multiple Access with Collision Detection untuk menentukan station mana yang dapat mentransmisikan data pada waktu tertentu melalui media yang digunakan. Dalam jaringan yang menggunakan teknologi Ethernet, setiap komputer akan "mendengar" terlebih dahulu sebelum "berbicara", artinya mereka akan melihat kondisi jaringan apakah tidak ada komputer lain yang sedang mentransmisikan data. Jika tidak ada komputer yang sedang mentransmisikan data, maka setiap komputer yang mau mengirimkan data dapat mencoba untuk mengambil alih jaringan untuk mentransmisikan sinyal. Sehingga, dapat dikatakan bahwa jaringan yang menggunakan teknologi Ethernet adalah jaringan yang dibuat berdasrkan basis First-Come, First-Served, daripada melimpahkan kontrol sinyal kepada Master Station seperti dalam teknologi jaringan lainnya.
Jika dua station akan mencoba untuk mentransmisikan data pada waktu yang sama, maka kemungkinan akan terjadi collision (kolisi/tabrakan), yang akan mengakibatkan dua station tersebut menghentikan transmisi data, sebelum akhirnya mencoba untuk mengirimkannya lagi pada interval waktu yang acak (yang diukur dengan satuan milidetik).
Semakin banyak station dalam sebuah jaringan Ethernet, akan mengakibatkan jumlah kolisi yang semakin besar pula dan kinerja jaringan pun akan menjadi buruk. Kinerja Ethernet yang seharusnya 10 Mbit/detik, jika dalam jaringan terpasang 100 node, umumnya hanya menghasilkan kinerja yang berkisar antara 40% hingga 55% dari bandwidth yang diharapkan (10 Mbit/detik). Salah satu cara untuk menghadapi masalah ini adalah dengan menggunakan Switch Ethernet untuk melakukan segmentasi terhadap jaringan Ethernet ke dalam beberapa collision domain. Dimana collision domain ini mempercepat pengiriman data pada jaringan.
Metro Ethernet menggunakan metode kontrol akses media Carrier Sense Multiple Access with Collision Detection untuk menentukan station mana yang dapat mentransmisikan data pada waktu tertentu melalui media yang digunakan. Dalam jaringan yang menggunakan teknologi Ethernet, setiap komputer akan "mendengar" terlebih dahulu sebelum "berbicara", artinya mereka akan melihat kondisi jaringan apakah tidak ada komputer lain yang sedang mentransmisikan data. Jika tidak ada komputer yang sedang mentransmisikan data, maka setiap komputer yang mau mengirimkan data dapat mencoba untuk mengambil alih jaringan untuk mentransmisikan sinyal. Sehingga, dapat dikatakan bahwa jaringan yang menggunakan teknologi Ethernet adalah jaringan yang dibuat berdasrkan basis First-Come, First-Served, daripada melimpahkan kontrol sinyal kepada Master Station seperti dalam teknologi jaringan lainnya.
Jika dua station akan mencoba untuk mentransmisikan data pada waktu yang sama, maka kemungkinan akan terjadi collision (kolisi/tabrakan), yang akan mengakibatkan dua station tersebut menghentikan transmisi data, sebelum akhirnya mencoba untuk mengirimkannya lagi pada interval waktu yang acak (yang diukur dengan satuan milidetik).
Semakin banyak station dalam sebuah jaringan Ethernet, akan mengakibatkan jumlah kolisi yang semakin besar pula dan kinerja jaringan pun akan menjadi buruk. Kinerja Ethernet yang seharusnya 10 Mbit/detik, jika dalam jaringan terpasang 100 node, umumnya hanya menghasilkan kinerja yang berkisar antara 40% hingga 55% dari bandwidth yang diharapkan (10 Mbit/detik). Salah satu cara untuk menghadapi masalah ini adalah dengan menggunakan Switch Ethernet untuk melakukan segmentasi terhadap jaringan Ethernet ke dalam beberapa collision domain. Dimana collision domain ini mempercepat pengiriman data pada jaringan.
Metro Ethernet Network
Dunia semakin membutuhkan komunikasi yang cepat dan tepat, namun tidak harus menjadi repot dan mahal. Semua jenis komunikasi dapat dibawa dalam satu media pembawa, tidak peduli apakah itu suara, video, teks, grafik, data, dan lainnya (kebutuhan seperti ini sering disebut dengan istilah Triple Play). Media yang mampu melayani kebutuhan seperti inilah yang disebut Next Generation Network atau sering disingkat NGN. Untuk menjawab kebutuhan Triple Play tersebut, para perancang teknologi komunikasi telah menciptakan berbagai teknologi yang mampu memenuhi kebutuhan tersebut.
Aplikasi Next Generation Network sangat membutuhkan sebuah jaringan yang dapat dilewati data dalam jumlah yang sangat besar, dapat melakukan transfer data dengan sangat cepat, lebih kebal terhadap masalah-masalah komunikasi, dan yang terpenting haruslah murah dan mudah dalam implementasinya. Salah satu teknologi yang mampu melayani kebutuhan ini adalah teknologi Metro Ethernet Network.
3.1 Layanan Triple Play
Triple Play atau yang secara harfiahnya dapat diartikan sebagai “tiga permainan” sebenarnya merupakan julukan bagi kebutuhan para pengguna teknologi komunikasi akan jalur komunikasi data yang cepat, lebar, dan dapat memainkan berbagai macam peranan bagi mereka. Triple Play merupakan bentuk kebutuhan akan komunikasi yang sangat tinggi. Kebutuhan komunikasi yang tinggi ini adalah komunikasi yang melibatkan komunikasi bentuk data, suara, dan video. Semua harus dapat bekerja dan berkonvergensi antara sesamanya, dan yang terpenting semua itu harus dapat difasilitasi oleh satu servis saja.
Secara sederhana, Triple Play adalah sebuah kebutuhan akan komunikasi yang lengkap mulai dari data, suara, dan video yang dapat dirasakan hanya dengan berlangganan satu jenis media koneksi saja. Misalnya kita hanya berlangganan TV Cable saja, namun apabila jaringan provider-nya telah mendukung Triple Play, maka melalui satu servis ini kita dapat juga menikmati komunikasi data baik lewat Internet maupun lokal, dapat juga bertelepon lewat TV Cable ini, dan dapat juga melakukan video converence atau menonton film yang dibeli dari servis Video on Demand. Semua itu hanya melewati satu servis saja, namun kecepatan transfer dan lebarnya bandwidth telah mencukupi untuk semua itu.
3.2 Teknologi Metro Ethernet sebagai next generation network pendukung Triple Play
Dalam pembuatan suatu teknologi yang hebat, kerja sama yang antara layer fisik dan layer logika adalah sangat di perlukan. Layer fisik atau carrier yang dapat mengirimkan data, suara, dan video end-to-end ke client dengan cepat dan bebas gangguan harus diikuti dengan teknologi layer 2 atau layer 3 yang memiliki algoritma dan manajemen yang baik dalam melakukan forwarding dan routing data tersebut. Perpaduan yang paling cocok dan efektif dari ketiga layer unsur tersebut (Physical layer, Datalink layer, dan Network layer) akan menciptakan sebuah jaringan next generation network yang hebat yang mampu mendukung kebutuhan Triple.
Semua teknologi yang dimiliki oleh setiap layer tentunya mempunyai suatu kekurangan dan kelebihan tersendiri jaringan ini. Ada yang mampu memenuhi semua kebutuhan akan data dan ada juga yang tidak, namun dapat memenuhi kebutuhan pengguna lain. Perpaduan yang paling populer saat ini biasanya yang digunakan adalah perpaduan antara media fiber optik dengan membawa frame-frame komunikasi berformat Ethernet dan diatur dalam sistem VLAN. Semua teknologi tersebut dipadukan kemudian dibungkus dan diberi label sebagai teknologi Metro Ethernet.
Aplikasi Next Generation Network sangat membutuhkan sebuah jaringan yang dapat dilewati data dalam jumlah yang sangat besar, dapat melakukan transfer data dengan sangat cepat, lebih kebal terhadap masalah-masalah komunikasi, dan yang terpenting haruslah murah dan mudah dalam implementasinya. Salah satu teknologi yang mampu melayani kebutuhan ini adalah teknologi Metro Ethernet Network.
3.1 Layanan Triple Play
Triple Play atau yang secara harfiahnya dapat diartikan sebagai “tiga permainan” sebenarnya merupakan julukan bagi kebutuhan para pengguna teknologi komunikasi akan jalur komunikasi data yang cepat, lebar, dan dapat memainkan berbagai macam peranan bagi mereka. Triple Play merupakan bentuk kebutuhan akan komunikasi yang sangat tinggi. Kebutuhan komunikasi yang tinggi ini adalah komunikasi yang melibatkan komunikasi bentuk data, suara, dan video. Semua harus dapat bekerja dan berkonvergensi antara sesamanya, dan yang terpenting semua itu harus dapat difasilitasi oleh satu servis saja.
Secara sederhana, Triple Play adalah sebuah kebutuhan akan komunikasi yang lengkap mulai dari data, suara, dan video yang dapat dirasakan hanya dengan berlangganan satu jenis media koneksi saja. Misalnya kita hanya berlangganan TV Cable saja, namun apabila jaringan provider-nya telah mendukung Triple Play, maka melalui satu servis ini kita dapat juga menikmati komunikasi data baik lewat Internet maupun lokal, dapat juga bertelepon lewat TV Cable ini, dan dapat juga melakukan video converence atau menonton film yang dibeli dari servis Video on Demand. Semua itu hanya melewati satu servis saja, namun kecepatan transfer dan lebarnya bandwidth telah mencukupi untuk semua itu.
3.2 Teknologi Metro Ethernet sebagai next generation network pendukung Triple Play
Dalam pembuatan suatu teknologi yang hebat, kerja sama yang antara layer fisik dan layer logika adalah sangat di perlukan. Layer fisik atau carrier yang dapat mengirimkan data, suara, dan video end-to-end ke client dengan cepat dan bebas gangguan harus diikuti dengan teknologi layer 2 atau layer 3 yang memiliki algoritma dan manajemen yang baik dalam melakukan forwarding dan routing data tersebut. Perpaduan yang paling cocok dan efektif dari ketiga layer unsur tersebut (Physical layer, Datalink layer, dan Network layer) akan menciptakan sebuah jaringan next generation network yang hebat yang mampu mendukung kebutuhan Triple.
Semua teknologi yang dimiliki oleh setiap layer tentunya mempunyai suatu kekurangan dan kelebihan tersendiri jaringan ini. Ada yang mampu memenuhi semua kebutuhan akan data dan ada juga yang tidak, namun dapat memenuhi kebutuhan pengguna lain. Perpaduan yang paling populer saat ini biasanya yang digunakan adalah perpaduan antara media fiber optik dengan membawa frame-frame komunikasi berformat Ethernet dan diatur dalam sistem VLAN. Semua teknologi tersebut dipadukan kemudian dibungkus dan diberi label sebagai teknologi Metro Ethernet.
Konsep Metro Ethernet
Pada metropolitan area, perusahaan-perusahaan besar dapat memanfaatkan teknologi Metro Ethernet untuk menghubungkan kantor-kantor cabang mereka ke dalam sistem intranet yang ada di dalam perusahaan tersebut. Jaringan Metro Ethernet umumnya didefenisikan sebagai bridge dari suatu jaringan atau menghubungkan wilayah yang terpisah juga menghubungkan LAN dan WAN atau backbone network yang umumnya dimiliki oleh service provider.
Jaringan Metro Ethernet, secara harfiah berarti jaringan komunikasi data yang berskala metro (skala untuk menjangkau satu kota besar seperti Kota Semarang misalnya) dengan menggunakan teknologi Ethernet sebagai protokol transportasi datanya. Begitu pula arti sebenarnya, teknologi Metro Ethernet merupakan salah satu perkembangan dari teknologi Ethernet yang dapat menempuh jarak yang luas berskala perkotaan dengan dilengkapi berbagai fitur yang seperti terdapat pada jaringan Ethernet umumnya. Sehingga jaringan yang berskala metro dapat dibentuk dengan menggunakan teknologi Ethernet biasa.
Metro Ethernet menggunakan protokol atau teknologi yang sama persis dengan Ethernet/Fast Ethernet pada LAN tetapi ada penambahan beberapa fungsi sehingga dapat digunakan untuk menghubungkan dua lokasi (dua LAN) dengan jarak puluhan bahkan ratusan kilometer. Sebenarnya Metro Ethernet adalah jenis Broadband Wired (Kabel Broadband) karena speed/kecepatan/bandwidthnya sudah besar yaitu 10/100 Mbps, bahkan 1/10 Gigabps.
Teknologi Ethernet dipilih untuk jaringan berskala metro dikarenakan teknologi Ethernet telah digunakan secara luas oleh masyarakat, terutama dalam LAN. Interface Ethernet telah tersebar ke mana-mana dan keberadaannya sangat banyak. Selain itu, bandwidth yang ditawarkan oleh teknologi ini juga dapat dengan mudah diperbesar. Hingga kini teknologi Ethernet yang perangkatnya telah banyak beredar di pasaran telah mencapai bandwidth tertinggi sebesar 10 Gigabit per Second. Namun, Ethernet juga menyediakan teknologi Ethernet dengan bandwidth 10 Mbps, 100 Mbps, dan 1000 Mbps.
Metro ethernet merupakan salah satu solusi teknologi untuk High End Market (HEM) dalam memberikan solusi terintegrasi untuk layanan voice, data dan video. Metro ethernet network memiliki karakteristik antara lain :
- Teknologi IP optik berbasis Synchronous Digital Hierarchy atau Ethernet.
- Dapat mengakomodasi layanan berupa voice, data, high speed internet access dan video
- Kecepatan tinggi hingga Gigabit Ethernet/1000Mbps
Jaringan Metro Ethernet, secara harfiah berarti jaringan komunikasi data yang berskala metro (skala untuk menjangkau satu kota besar seperti Kota Semarang misalnya) dengan menggunakan teknologi Ethernet sebagai protokol transportasi datanya. Begitu pula arti sebenarnya, teknologi Metro Ethernet merupakan salah satu perkembangan dari teknologi Ethernet yang dapat menempuh jarak yang luas berskala perkotaan dengan dilengkapi berbagai fitur yang seperti terdapat pada jaringan Ethernet umumnya. Sehingga jaringan yang berskala metro dapat dibentuk dengan menggunakan teknologi Ethernet biasa.
Metro Ethernet menggunakan protokol atau teknologi yang sama persis dengan Ethernet/Fast Ethernet pada LAN tetapi ada penambahan beberapa fungsi sehingga dapat digunakan untuk menghubungkan dua lokasi (dua LAN) dengan jarak puluhan bahkan ratusan kilometer. Sebenarnya Metro Ethernet adalah jenis Broadband Wired (Kabel Broadband) karena speed/kecepatan/bandwidthnya sudah besar yaitu 10/100 Mbps, bahkan 1/10 Gigabps.
Teknologi Ethernet dipilih untuk jaringan berskala metro dikarenakan teknologi Ethernet telah digunakan secara luas oleh masyarakat, terutama dalam LAN. Interface Ethernet telah tersebar ke mana-mana dan keberadaannya sangat banyak. Selain itu, bandwidth yang ditawarkan oleh teknologi ini juga dapat dengan mudah diperbesar. Hingga kini teknologi Ethernet yang perangkatnya telah banyak beredar di pasaran telah mencapai bandwidth tertinggi sebesar 10 Gigabit per Second. Namun, Ethernet juga menyediakan teknologi Ethernet dengan bandwidth 10 Mbps, 100 Mbps, dan 1000 Mbps.
Metro ethernet merupakan salah satu solusi teknologi untuk High End Market (HEM) dalam memberikan solusi terintegrasi untuk layanan voice, data dan video. Metro ethernet network memiliki karakteristik antara lain :
- Teknologi IP optik berbasis Synchronous Digital Hierarchy atau Ethernet.
- Dapat mengakomodasi layanan berupa voice, data, high speed internet access dan video
- Kecepatan tinggi hingga Gigabit Ethernet/1000Mbps
Teknologi Jaringan berskala Metro
Pada area jaringan metropolitan saat ini tumbuh dan berkembang beberapa teknologi yang memliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Kehadiran teknologi-teknologi baru ini menyebabkan operator memiliki berbagai alternatif pilihan untuk implementasi teknologi NGN di area metropolitan.
Perkembangan dan trend trafik data yang sangat cepat telah mendorong semakin terbatasnya kapasitas dari bandwidth sistem transport eksisting. Teknologi SDH merupakan sistem transport yang saat ini mendominasi transport eksisting. Keberadaannya didisain dan diimplementasikan untuk secara optimal menyalurkan trafik suara dengan jaringan sirkit switch.
Dengan konsep demikian, hal ini akan menjadi permasalahan saat melakukan provisioning layanan baru berbasis data, karena jaringan eksisting hanya dioptimalkan untuk sirkit switch dan tidak scalable untuk trafik data. Oleh karena itu berbagai riset dan pengembangan teknologi dilakukan dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan transport berbasis packet di area metro yang antara lain: delivery layanan suara dan data, kapasitas memadai dan scalable, kemampuan provisioning layanan data, reliable dan secure.
Beberapa teknologi tersebut adalah SDH STM-64, NG-SDH, xWDM, MPLS, Metro Ethernet, Wimax. Overview Teknologi tersebut adalah sebagai berikut.
1.1 Teknologi SDH STM-64
Teknologi SDH STM-64 yang saat ini memiliki format sinyal dengan kemampuan bit rate tertinggi dalam struktur frame SDH pada dasarnya memiliki prinsip yang sama dengan teknologi (struktur frame STM-1 x n) pendahulunya. Secara lebih jelasnya struktur frame STM-64 diperlihatkan pada Gambar dibawah. Dalam gambar tersebut ditunjukkan bahwa jumlah AU4, overhead dan payload pointer adalah 64. Di mana ke 64 payload (AU-4) tersebut dimultipleks dan diposisikan pada frame STM-64 pada posisi payload yang besarnya 261 x 64 byte. Demikian pula untuk overhead-nya, baik RSOH dan MSOH akan menempati 9 x 64 kolom pertama dalam struktur frame STM-64.
Gambar 5.1 Struktur Frame STM-64
Besar kapasitas maksimal yang dapat disalurkan oleh SDH STM-64 adalah 10 Gbps (one way). Sistem proteksinya (reliabilitas) dan sekuritas tetap mengikuti sistem proteksi SDH. Dan kebutuhan akan layanan berbasis data dipenuhi dengan koneksi interface tributary perangkat SDH STM-64 dengan router atau packet switch. Provisioning layanan packet tetap dilakukan oleh perangkat packet switch, perangkat SDH hanya difungsikan sebagai penyedia ‘pipa’.
1.2 Teknologi Next Generation SDH (NG-SDH)
Konsep Next Generation SDH adalah menggabungkan kemampuan menyalurkan trafik kapasitas besar dari SDH dengan potensi trafik yang dimiliki protokol IP. SDH adalah protokol layer fisik (layer 1) sedangkan IP adalah layer network (layer 3). Oleh karena itu untuk mentransportasikan IP diatas SDH diperlukan layer 2 (layer data link) sebagai media perantara kedua layer tersebut. Untuk memenuhi keperluan tersebut maka dikembangkan Point-to-Point Protocol (PPP). PPP merupakan standar yang dikeluarkan oleh IETF. Proses pemetaan paket IP pada SDH terjadi dalam dua tahap, yaitu: tahap pertama paket IP dimasukan ke frame PPP dan tahap kedua frame PPP dipetakan pada payload SDH VC-4/SDH_HO (High Order atau n x STM1). Keuntungan menggunakan ‘IP over SDH’ dibandingkan dengan ‘IP over ATM’ adalah pengurangan overhead (bisa mencapai 10%-30%). Tetapi walaupun begitu, POS dan IP over ATM tetap tak bisa mengatasi masalah keterbatasan pengalamatan dan QoS pada jaringan IP secara tuntas.
Gambar 5.2 Teknologi Next Generation SDH
Besar kapasitas maksimal yang dapat disalurkan oleh NG-SDH adalah 10 Gbps (one way). Sistem proteksinya (reliabilitas) dan sekuritas tetap mengikuti sistem proteksi SDH. Dan kebutuhan akan layanan berbasis data dipenuhi dengan interface 10/100 base-T atau 1000 BaseT.
1.3 Teknologi xWDM
Prinsip kerja dasar dari xWDM (DWDM dan Coarse WDM/CWDM) adalah mentransmisikan kombinasi sejumlah panjang gelombang yang berbeda dengan menggunakan perangkat multiplex panjang gelombang optik dalam satu fiber. Pada sisi penerima terjadi proses kebalikannya dimana panjang gelombang tersebut dikembalikan ke sinyal asalnya.
Gambar 5.3 Sistem Transmisi Multi Panjang Gelombang (xWDM)
Perbedaan yang paling mendasar antara CWDM dan DWDM terletak pada channel spacing (parameter jarak antar kanal) dan area operasi panjang gelombangnya (band frekuensi). CWDM memanfaatkan channel spacing 20 nm yang lebih memberi ruang kepada sistem untuk toleran terhadap dispersi.
Tabel 5.1 Perbandingan CWDM dan WDM
Besar kapasitas maksimal yang dapat disalurkan oleh xWDM adalah n x 2,5 Gbps atau n x 10 Gbps tergantung jumlah panjang gelombang (l) yang mampu disalurkan pada satu fiber (ITU-T sudah menspesifikasi sampai dengan 80l). Sistem proteksinya (reliabilitas) dan sekuritas tetap mengikuti sistem proteksi SDH. Dan kebutuhan akan layanan berbasis data dipenuhi dengan mentransformasikan trafik berbasis paket menjadi format panjang gelombang(l).
1.4 Teknologi Multi Protocol Label Switching (MPLS)
Teknologi MPLS diterapkan dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan dari jaringan IP. Ide dasar dari pengembangan MPLS adalah menggunakan “label” untuk melakukan mekanisme switching di tingkat IP. Hal ini berbeda dengan jaringan IP yang menggunakan pengalamatan IP sebagai dasar mekanisme switching dan jaringan ATM yang menggunakan Virtual Circuit Identifier sebagai dasar mekanisme switching. Di dalam jaringan yang menggunakan protokol MPLS, paket yang masuk kedalam jaringan MPLS terlebih dahulu diberi “label”. Label yang diberikan dapat disusun dari berbagai variasi kriteria sesuai dengan yang diinginkan oleh Service Provider/pengguna. Berdasarkan label yang diberikan ini maka jaringan yang menggunakan protokol MPLS akan memperlakukan paket tersebut sesuai dengan nilai yang melekat pada label tersebut (high priority, low priority, dan lainnya). Hingga saat ini belum ada standard MPLS yang berlaku atau yang dapat diacu (bersifat non proprietary), dikarenakan belum diselesaikannya penyusunan beberapa hal penting yang menjadi dasar penyusunan standar oleh organisasi yang berwenang
Gambar 5.4 Multi Protocol Label Switching
Besar kapasitas maksimal yang dapat disalurkan oleh MPLS tiap interface-nya adalah 10 Gbps. Sistem proteksinya (reliabilitas) dilakukan dengan alternatif route dan dual homing, dan metode proteksi path yang umum pada jaringan IP.
1.5 Teknologi Metro Ethernet
Pada awalnya ethernet digunakan dalam teknologi akses, menyediakan akses internet atau interface user ke network. Sampai saat ini kondisi tersebut masih berjalan tetapi standar ethernet dikembangkan untuk mampu melayani layanan data pada jaringan transport. Fungsi-fungsi layanan pada teknologi ethernet sebagai jaringan transport merupakan hasil pengmbangan yang terus-menerus. Fokus utama dari trend teknologi Metro Ethernet adalah pada Carrier Ethernet, yaitu kemampuan jaringan berbasis pada Ethernet dengan pengembangan fitur dan kemampuan setara TDM based.
Gambar 5.5 Layanan Berbasis Metro Ethernet
Metro Ethernet akan mengisi posisi jaringan metro dalam konsep NGN/IMS dengan implementasi layer-2. Layanan berbasis ethernet dan ditransportasikan pada metro ethernet dengan 3 skema:
- Point to Point
- Point to Multipoint
- Multipoint to multipoint
Sebagai teknologi yang berkembang dari akses menuju transport ada beberapa isu jaringan yang terus dibenahi oleh teknologi metro ethernet, yaitu:
- End to End QoS
- Scalability
- Protection (50 ms, end to end Protection)
- Untuk proteksi saat ini berkembang beberapa teknologi pendukungnya seperti RPR, EAPS dan ERP.
- TDM Support (Seamless dan Circuit Emulation).
- OAM&P of Ethernet in the metro
Gambar 5.6 Arsitektur Berbasis Metro Ethernet (Source: Metro Ethernet Forum)
Besar kapasitas maksimal yang dapat disalurkan oleh Metro Ethernet tiap interface-nya adalah 10 Gbps. Sistem proteksinya (reliabilitas) dilakukan dengan RPR, EAPS, ERP.
Metro Ethernet merupakan teknologi jaringan Ethernet yang diimplementasikan di sebuah metropolitan area. Perusahaan-perusahaan besar dapat memanfaatkan teknologi tersebut untuk menghubungkan kantor-kantor cabang mereka ke dalam sistem intranet yang ada di dalam perusahaan tersebut. Jaringan Metro Ethernet umumnya didefenisikan sebagai bridge dari suatu jaringan atau menghubungkan wilayah yang terpisah juga menghubungkan LAN dan WAN atau backbone network yang umumnya dimiliki oleh service provider.
1.6 Teknologi Wimax
WiMAX (Worldwide Interoperability for Microwave Acces) merupakan teknologi akses wireless pita lebar berstandar IEEE.802.16 yang didesain untuk memenuhi kondisi non LOS (Line of Sight) dan menggunakan teknik modulasi adaptif seperti QPSK, QAM 16, dan QAM 64. WiMAX merupakan teknologi broadband wireless access yang dikembangkan untuk mengatasi keterbatasan jaringan wireline untuk memenuhi kebutuhan layanan broadband akses ke pelanggan.
Aplikasi WiMAX untuk zone metro adalah seperti gambar dibawah ini.
Gambar 5.7 Aplikasi MetroZone Wimax
WiMAX adalah teknologi yang memberi cakupan Servis layanan sampai 50 km dengan karakteristik sebagai berikut:
- Standar IEEE 802.16 Broadband Wireless Access
- Delivers > 1 Mbps per user
- Jarak jangkauan hingga 50 km
- Penggunaan adaptive modulation bisa mengatasi data rate yang bervariasi
- Dapat beroperasi pada non-line of sight (NLOS)
- 1.5 to 20 MHz channels
- Mendukung sessions per channel yang efisien
- Beroperasi pada licensed and unlicensed spectrum
- QoS untuk voice, video, and T1/E1
Dalam implementasinya Wimax lebih banyak dioptimalkan sebagai back haul sistem jaringan yang lain.
Memperhatikan demikian beragamnya teknologi yang dapat diimplementasikan di area metro dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing, maka sangat perlu bagi operator untuk menentukan kebutuhannya, terutama dalam hal layanan yang akan di-deliver dan kebutuhan akan provisioning dan variasi kualitas layanan yang akan diberikan kepada pelanggan. Setelah itu baru akan didapat gambaran tentang teknologi yang cocok untuk diimplementasikan berdasarkan kriteria yang telah dibuat. Masalah interoperability dengan jaringan eksisting merupakan satu hal lain yang perlu menjadi perhatian dalam pemilihan teknologi di metro.
Perkembangan dan trend trafik data yang sangat cepat telah mendorong semakin terbatasnya kapasitas dari bandwidth sistem transport eksisting. Teknologi SDH merupakan sistem transport yang saat ini mendominasi transport eksisting. Keberadaannya didisain dan diimplementasikan untuk secara optimal menyalurkan trafik suara dengan jaringan sirkit switch.
Dengan konsep demikian, hal ini akan menjadi permasalahan saat melakukan provisioning layanan baru berbasis data, karena jaringan eksisting hanya dioptimalkan untuk sirkit switch dan tidak scalable untuk trafik data. Oleh karena itu berbagai riset dan pengembangan teknologi dilakukan dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan transport berbasis packet di area metro yang antara lain: delivery layanan suara dan data, kapasitas memadai dan scalable, kemampuan provisioning layanan data, reliable dan secure.
Beberapa teknologi tersebut adalah SDH STM-64, NG-SDH, xWDM, MPLS, Metro Ethernet, Wimax. Overview Teknologi tersebut adalah sebagai berikut.
1.1 Teknologi SDH STM-64
Teknologi SDH STM-64 yang saat ini memiliki format sinyal dengan kemampuan bit rate tertinggi dalam struktur frame SDH pada dasarnya memiliki prinsip yang sama dengan teknologi (struktur frame STM-1 x n) pendahulunya. Secara lebih jelasnya struktur frame STM-64 diperlihatkan pada Gambar dibawah. Dalam gambar tersebut ditunjukkan bahwa jumlah AU4, overhead dan payload pointer adalah 64. Di mana ke 64 payload (AU-4) tersebut dimultipleks dan diposisikan pada frame STM-64 pada posisi payload yang besarnya 261 x 64 byte. Demikian pula untuk overhead-nya, baik RSOH dan MSOH akan menempati 9 x 64 kolom pertama dalam struktur frame STM-64.
Gambar 5.1 Struktur Frame STM-64
Besar kapasitas maksimal yang dapat disalurkan oleh SDH STM-64 adalah 10 Gbps (one way). Sistem proteksinya (reliabilitas) dan sekuritas tetap mengikuti sistem proteksi SDH. Dan kebutuhan akan layanan berbasis data dipenuhi dengan koneksi interface tributary perangkat SDH STM-64 dengan router atau packet switch. Provisioning layanan packet tetap dilakukan oleh perangkat packet switch, perangkat SDH hanya difungsikan sebagai penyedia ‘pipa’.
1.2 Teknologi Next Generation SDH (NG-SDH)
Konsep Next Generation SDH adalah menggabungkan kemampuan menyalurkan trafik kapasitas besar dari SDH dengan potensi trafik yang dimiliki protokol IP. SDH adalah protokol layer fisik (layer 1) sedangkan IP adalah layer network (layer 3). Oleh karena itu untuk mentransportasikan IP diatas SDH diperlukan layer 2 (layer data link) sebagai media perantara kedua layer tersebut. Untuk memenuhi keperluan tersebut maka dikembangkan Point-to-Point Protocol (PPP). PPP merupakan standar yang dikeluarkan oleh IETF. Proses pemetaan paket IP pada SDH terjadi dalam dua tahap, yaitu: tahap pertama paket IP dimasukan ke frame PPP dan tahap kedua frame PPP dipetakan pada payload SDH VC-4/SDH_HO (High Order atau n x STM1). Keuntungan menggunakan ‘IP over SDH’ dibandingkan dengan ‘IP over ATM’ adalah pengurangan overhead (bisa mencapai 10%-30%). Tetapi walaupun begitu, POS dan IP over ATM tetap tak bisa mengatasi masalah keterbatasan pengalamatan dan QoS pada jaringan IP secara tuntas.
Gambar 5.2 Teknologi Next Generation SDH
Besar kapasitas maksimal yang dapat disalurkan oleh NG-SDH adalah 10 Gbps (one way). Sistem proteksinya (reliabilitas) dan sekuritas tetap mengikuti sistem proteksi SDH. Dan kebutuhan akan layanan berbasis data dipenuhi dengan interface 10/100 base-T atau 1000 BaseT.
1.3 Teknologi xWDM
Prinsip kerja dasar dari xWDM (DWDM dan Coarse WDM/CWDM) adalah mentransmisikan kombinasi sejumlah panjang gelombang yang berbeda dengan menggunakan perangkat multiplex panjang gelombang optik dalam satu fiber. Pada sisi penerima terjadi proses kebalikannya dimana panjang gelombang tersebut dikembalikan ke sinyal asalnya.
Gambar 5.3 Sistem Transmisi Multi Panjang Gelombang (xWDM)
Perbedaan yang paling mendasar antara CWDM dan DWDM terletak pada channel spacing (parameter jarak antar kanal) dan area operasi panjang gelombangnya (band frekuensi). CWDM memanfaatkan channel spacing 20 nm yang lebih memberi ruang kepada sistem untuk toleran terhadap dispersi.
Tabel 5.1 Perbandingan CWDM dan WDM
Besar kapasitas maksimal yang dapat disalurkan oleh xWDM adalah n x 2,5 Gbps atau n x 10 Gbps tergantung jumlah panjang gelombang (l) yang mampu disalurkan pada satu fiber (ITU-T sudah menspesifikasi sampai dengan 80l). Sistem proteksinya (reliabilitas) dan sekuritas tetap mengikuti sistem proteksi SDH. Dan kebutuhan akan layanan berbasis data dipenuhi dengan mentransformasikan trafik berbasis paket menjadi format panjang gelombang(l).
1.4 Teknologi Multi Protocol Label Switching (MPLS)
Teknologi MPLS diterapkan dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan dari jaringan IP. Ide dasar dari pengembangan MPLS adalah menggunakan “label” untuk melakukan mekanisme switching di tingkat IP. Hal ini berbeda dengan jaringan IP yang menggunakan pengalamatan IP sebagai dasar mekanisme switching dan jaringan ATM yang menggunakan Virtual Circuit Identifier sebagai dasar mekanisme switching. Di dalam jaringan yang menggunakan protokol MPLS, paket yang masuk kedalam jaringan MPLS terlebih dahulu diberi “label”. Label yang diberikan dapat disusun dari berbagai variasi kriteria sesuai dengan yang diinginkan oleh Service Provider/pengguna. Berdasarkan label yang diberikan ini maka jaringan yang menggunakan protokol MPLS akan memperlakukan paket tersebut sesuai dengan nilai yang melekat pada label tersebut (high priority, low priority, dan lainnya). Hingga saat ini belum ada standard MPLS yang berlaku atau yang dapat diacu (bersifat non proprietary), dikarenakan belum diselesaikannya penyusunan beberapa hal penting yang menjadi dasar penyusunan standar oleh organisasi yang berwenang
Gambar 5.4 Multi Protocol Label Switching
Besar kapasitas maksimal yang dapat disalurkan oleh MPLS tiap interface-nya adalah 10 Gbps. Sistem proteksinya (reliabilitas) dilakukan dengan alternatif route dan dual homing, dan metode proteksi path yang umum pada jaringan IP.
1.5 Teknologi Metro Ethernet
Pada awalnya ethernet digunakan dalam teknologi akses, menyediakan akses internet atau interface user ke network. Sampai saat ini kondisi tersebut masih berjalan tetapi standar ethernet dikembangkan untuk mampu melayani layanan data pada jaringan transport. Fungsi-fungsi layanan pada teknologi ethernet sebagai jaringan transport merupakan hasil pengmbangan yang terus-menerus. Fokus utama dari trend teknologi Metro Ethernet adalah pada Carrier Ethernet, yaitu kemampuan jaringan berbasis pada Ethernet dengan pengembangan fitur dan kemampuan setara TDM based.
Gambar 5.5 Layanan Berbasis Metro Ethernet
Metro Ethernet akan mengisi posisi jaringan metro dalam konsep NGN/IMS dengan implementasi layer-2. Layanan berbasis ethernet dan ditransportasikan pada metro ethernet dengan 3 skema:
- Point to Point
- Point to Multipoint
- Multipoint to multipoint
Sebagai teknologi yang berkembang dari akses menuju transport ada beberapa isu jaringan yang terus dibenahi oleh teknologi metro ethernet, yaitu:
- End to End QoS
- Scalability
- Protection (50 ms, end to end Protection)
- Untuk proteksi saat ini berkembang beberapa teknologi pendukungnya seperti RPR, EAPS dan ERP.
- TDM Support (Seamless dan Circuit Emulation).
- OAM&P of Ethernet in the metro
Gambar 5.6 Arsitektur Berbasis Metro Ethernet (Source: Metro Ethernet Forum)
Besar kapasitas maksimal yang dapat disalurkan oleh Metro Ethernet tiap interface-nya adalah 10 Gbps. Sistem proteksinya (reliabilitas) dilakukan dengan RPR, EAPS, ERP.
Metro Ethernet merupakan teknologi jaringan Ethernet yang diimplementasikan di sebuah metropolitan area. Perusahaan-perusahaan besar dapat memanfaatkan teknologi tersebut untuk menghubungkan kantor-kantor cabang mereka ke dalam sistem intranet yang ada di dalam perusahaan tersebut. Jaringan Metro Ethernet umumnya didefenisikan sebagai bridge dari suatu jaringan atau menghubungkan wilayah yang terpisah juga menghubungkan LAN dan WAN atau backbone network yang umumnya dimiliki oleh service provider.
1.6 Teknologi Wimax
WiMAX (Worldwide Interoperability for Microwave Acces) merupakan teknologi akses wireless pita lebar berstandar IEEE.802.16 yang didesain untuk memenuhi kondisi non LOS (Line of Sight) dan menggunakan teknik modulasi adaptif seperti QPSK, QAM 16, dan QAM 64. WiMAX merupakan teknologi broadband wireless access yang dikembangkan untuk mengatasi keterbatasan jaringan wireline untuk memenuhi kebutuhan layanan broadband akses ke pelanggan.
Aplikasi WiMAX untuk zone metro adalah seperti gambar dibawah ini.
Gambar 5.7 Aplikasi MetroZone Wimax
WiMAX adalah teknologi yang memberi cakupan Servis layanan sampai 50 km dengan karakteristik sebagai berikut:
- Standar IEEE 802.16 Broadband Wireless Access
- Delivers > 1 Mbps per user
- Jarak jangkauan hingga 50 km
- Penggunaan adaptive modulation bisa mengatasi data rate yang bervariasi
- Dapat beroperasi pada non-line of sight (NLOS)
- 1.5 to 20 MHz channels
- Mendukung sessions per channel yang efisien
- Beroperasi pada licensed and unlicensed spectrum
- QoS untuk voice, video, and T1/E1
Dalam implementasinya Wimax lebih banyak dioptimalkan sebagai back haul sistem jaringan yang lain.
Memperhatikan demikian beragamnya teknologi yang dapat diimplementasikan di area metro dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing, maka sangat perlu bagi operator untuk menentukan kebutuhannya, terutama dalam hal layanan yang akan di-deliver dan kebutuhan akan provisioning dan variasi kualitas layanan yang akan diberikan kepada pelanggan. Setelah itu baru akan didapat gambaran tentang teknologi yang cocok untuk diimplementasikan berdasarkan kriteria yang telah dibuat. Masalah interoperability dengan jaringan eksisting merupakan satu hal lain yang perlu menjadi perhatian dalam pemilihan teknologi di metro.
Langganan:
Komentar (Atom)


1 komentar:
Bos emang hebat, jenius, keren, cool. Posting yang lebih keren lagi bos.